AYOJAKARTA.COM – Selain puasa, membayar zakat fitrah merupakan ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim di Bulan Ramadan.
Setiap Muslim baik laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun yang sudah baligh maka diwajibkan untuk membayar zakat fitrah.
Zakat fitrah dibayarkan selama 1 kali dalam 1 tahun dan disalurkan melalui panitia atau amil zakat.
Kemudian nanti, panitia atau amil zakat yang menyalurkan kepada golongan yang berhak menerima zakat fitrah.
Biasanya zakat fitrah dibayarkan beberapa hari menjelang hari raya Idul Fitri. Tetapi biasanya zakat fitrah sudah dapat dibayarkan sejak awal Bulan Ramadan.
Lantas kapan waktu yang tepat untuk membayarkan Zakat Fitrah?
Dilansir AyoJakarta.com dari YouTube Peradaban Islam Official pada Kamis (13/4), Ustaz Abdul Somad memberikan penjelasan tentang waktu yang tepat untuk membayar zakat fitrah.
Baca Juga: Bagaimana Bacaan Takbir Yang Benar Jelang Lebaran? Berikut penjelasan Buya Yahya
Ustaz Abdul Somad menyebutkan terdapat perbedaan dalam menentukan waktu membayar zakat fitrah.
Beliau mengatakan bahwa menurut Abu Hanifah, zakat fitrah boleh dibayarkan sebelum masuk Bulan Ramadan.
“Menurut Abu Hanifah, boleh zakat fitrah sebelum masuk Bulan Ramadan,” kata Ustaz Abdul Somad.
Baca Juga: The Real Partner In Crime! Mario Dandy dan AG Terciduk Gonta-ganti Plat Nomor Rubicon
Sedangkan menurut Imam Syafi'i, sejak awal Bulan Ramadan sudah diperbolehkan untuk membayar zakat fitrah.
“Menurut Imam Syafi'i, zakat fitrah boleh dibayarkan sejak awal Bulan Ramadan,” jelas Ustaz Abdul Somad.
“Awal Bulan Ramadan panitia sudah buka, silahkan,” sambungnya.
Tetapi, jika menurut Imam Malik dan Ahmad, zakat fitrah dibayarkan saat mendekati hari raya Idul Fitri.
Baca Juga: Info Mudik 2023: Polda Jawa Barat Resmi Berlakukan Pembatasan Angkutan Barang, Cek Infonya di Sini!
“Menurut Imam Malik dan Ahmad, 1 hari atau 2 hari sebelum Idul Fitri,” tutur Ustaz Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad menjelaskan apabila mengikuti pendapat dari Abu Hanifah, maka tenggat waktu membayar zakat terlalu lama.
Ditakutkan beras sudah dalam keadaan jelek dan ada kemungkinan beras habis.
Baca Juga: Hore! Mudik Gratis Naik Kapal Perang TNI AL Dibuka, Cek Syarat Daftar dan Rutenya di Sini
“Kalau dipakai Abu Hanifah terlalu lama, bisa habis berasnya,” jelasnya.
Sementara jika menggunakan pendapat dari Imam Malik dan Ahmad, terlalu cepat dan terlalu mendekati waktu hari raya Idul Fitri.
Sehingga mengakibatkan panitia amil zakat akan repot dalam membagikan zakat fitrah kepada yang berhak.
Baca Juga: Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk Guru SD, SMP, dan SMA
Selain itu biasanya, para panitia amil zakat akan pergi mudik apabila menjelang hari raya Idul Fitri.
“Kalau dipakai Imam Malik dan Ahmad, terlalu cepat, panitia sibuk, kapan membayarnya, kapan membaginya,” kata Ustaz Abdul Somad.
Oleh sebab itu, Ustaz Abdul Somad lebih menyarankan untuk mengikuti pendapat dari Imam Syafii.
“Maka yang lebih baik ikuti pendapat yang pertengahan, Imam Syafii, dari awal, dari pertengahan, atau 10 hari menjelang Idul Fitri,” pungkas Ustaz Abdul Somad.***

Share this article
Ustaz Abdul Somad membeberkan waktu tepat untuk membayar zakat fitrah, awal, tengah atau akhir Ramadan? Simak di sini penjelasannya!