AYOJAKARTA.COM - Akan ada fenomena Gerhana Bulan Penumbra yang terjadi besok mulai 5 hingga 6 Mei 2023 yang terjadi di wilayah Indonesia.
Gerhana Bulan Penumbra adalah peristiwa astronomi dimana bulan purnama akan melewati bayangan terluar Bumi dan nantinya bulan purnama akan terlihat gelap meskipun bukan hilang.
Indonesia sendiri menjadi salah satu wilayah yang kembali dapat menyaksikan Gerhana Bulan Penumbra sama seperti Gerhana Matahari Hibrid beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Bengkel Hen's Motor Sports di Jawa Barat Dapat Rating Jelek, Netizen: Mahal, Malah Nambah Parah!
Dalam peristiwa Gerhana Bulan Penumbra nanti, bulan akan melewati wilayah Indonesia kurang lebih sekitar 4 jam.
Gerhana Bulan Penumbra akan berlangsung besok pada pukul 22.15 WIB dan puncaknya pada pukul 00.24 WIB tanggal 6 Mei 2023.
Bagi umat Islam, saat terjadi gerhana sangat disunnahkan untuk melakukan salat sunnah gerhana.
Dari para ulama sendiri telah menyarankan, apabila terjadi gerhana maka sebaiknya sebagai umat Islam segera melakukan salat gerhana secara berjamaah.
Terkait perintah salat gerhana bulan ini sudah diriwayatkan dalam hadist 'Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah sholat, dan bersedekahlah." (HR Bukhari).
Berikut Ayojakarta.com berikan tatacara salat gerhana bulan lengkap seperti dilansir dari laman Kemenag Jateng, Kamis (4/5/2023).
Tatacara Pelaksanaan Salat Gerhana Bulan
Imam membaca:
الصلاة جامعة رحمكم الله
1. Berniat di dalam hati. Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ (Saya berniat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT).
2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa
3. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih).
4. Ruku’
5. Bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”
6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat al quran. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama
7. Ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya
8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal)
9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali
10. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya
11. Salam
Setelah itu imam/Khotib menyampaikan khutbah sebanyak 2 khutbah (seperti khutbanhya shalat iedul fithri/ideul Adha) kepada para jemaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar serta disunahkan untuk bersedekah.
Nah itulah informasi mengenai tatacara salat gerhana bulan lengkap.***

Share this article
Dalam peristiwa Gerhana Bulan Penumbra nanti, bulan akan melewati wilayah Indonesia kurang lebih sekitar 4 jam.