AYOJAKARTA.COM - Setiap menjelang perayaan hari Raya Idul Adha, umat muslim akan disibukkan dengan mempersiapkan hewan kurban.
Kambing, sapi, unta, kerbau, dan hewan sejenisnya akan menjadi hewan kurban yang paling banyak dicari umat muslim ketika perayaan Idul Adha.
Namun bagi masyarakat Kudus, Jawa Tengah, daftar hewan kurban untuk Idul Adha tidaklah selengkap sebagaimana wilayah lain di tanah air.
Baca Juga: Makin Tahu, Ini Makna dan Dalil tentang Idul Adha, Diperingati Setiap Tanggal 10 Dzulhijjah
Sebab bagi masyarakat Kudus, setiap datang waktu perayaan atau hari besar tidak akan menggunakan sapi sebagai hewan kurban ataupun sembelihan.
Sebelum Islam masuk ke wilayah Nusantara khususnya Jawa, agama Hindu dan Budha menjadi agama dengan jumlah terbanyak pemeluknya.
Agama Hindu merupakan suatu agama yang menitik beratkan ajaran keseimbangan hubungan antara manusia dengan seisi alam semesta.
Sedangkan ajaran agama Budha banyak mengajarkan pentingnya menjaga perilaku dan sikap budi manusia untuk mencapai keluhuran.
Dalam ajaran agama Hindu, sapi merupakan suatu hewan yang memiliki tempat istimewa dan dianggap suci oleh para penganutnya.
Sehingga dalam pemahaman masyarakat ketika itu, menyembelih sapi merupakan suatu perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama.
Baca Juga: Tata Cara Salat Idul Adha 10 Dzulhijjah Lengkap dengan Bacaan Niatnya
Adanya fenomena tersebut, tidak lepas dari keyakinan masyarakat Kudus yang masih erat mempertahankan wasiat salah satu Kekasih Allah SWT yakni Jafar Shodiq.
Jafar Shodiq atau Sunan Kudus merupakan penyiar Islam yang dikaruniai Allah SWT dengan berbagai macam keahlian serta ilmu Tauhid.
Setelah menjalankan misi pengobatan di luar pulau Jawa, Jafar Sodik kembali ke tanah Jawa untuk menyiarkan ajaran Islam.
Baca Juga: 6 Amalan Sunnah Saat Idul Adha 10 Dzulhijjah yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Tidak ingin merusak citra Islam sebagai rahmat bagi alam semesta, Jafa Sodik menerapkan syiar dengan cara yang halus, baik serta tidak memaksa.
Salah satu cara atau strategi yang digunakan Sunan Kudus dalam menyiarkan Islam adalah dengan melarang penyembelihan Sapi.
Selain karena tidak ingin melukai perasaan masyarakat setempat, larangan tersebut merupakan bentuk penghargaan atau toleransi terhadap umat Hindu.
Baca Juga: Kapan Idul Adha 2023? Ini Jadwal Muhammadiyah dan SKB 3 Menterinya
Hingga saat ini wasiat yang pernah disampaikan oleh Sunan Kudus masih dipegang teguh oleh umat muslim di wilayah Kudus.
Bagi seseorang atau masyarakat yang memilih nekat untuk mengabaikan wasiat ini, tidak sedikit yang justru berbuah penyesalan dan penderitaan.
Dalam sebuah kajian ceramah, Habib Luthfi Bin Yahya bahkan sempat menyinggung wasiat yang diamanahkan oleh Sunan Kudus.
“Subhanallah, kalau menyembelih sapi di Kudus, ada saja apesnya, sampai sekarang ini, silakan coba kalau tidak percaya,” ujar Habib Luthfi.
Karena itu para penduduk di wilayah Kudus lebih memilih untuk berpindah tempat ke daerah lain jika ingin menyembelih atau menikmati kuliner berbahan dasar daging Sapi.
Demikian seperti dikutip AyoJakarta.com pada Selasa, 30 Mei 2023 dari kanal YouTube Al Muchith Media.***

Share this article
Dalam pemahaman masyarakat saat itu, menyembelih sapi merupakan suatu perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama.