AYOJAKARTA.COM – Gus Baha atau Kiai Bahauddin Nursalim menjadi sosok dai NU paling populer di media sosial berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU).
Survei yang menempatkan Gus Baha sebagai dai Nahdlatul Ulama (NU) paling populer itu dilakukan LD PBNU bekerja sama dengan Balai Litbang Agama (BLA) Kementerian Agama yang didukung oleh Universitas Wahid Hasyim Semarang.
Berikut ini daftar 10 dai Nahdlatul Ulama atau NU paling populer di media sosial:
- KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha)
- Prof Dr Muhammad Quraish Shihab
- KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus
- Ustadz Das’ad Latif
- KH Anwar Zahid
- Buya Arrazy Hasyim
- KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq)
- KH Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah)
- KH Yahya Zainul Ma’arif
- Emha Ainun Nadjib (Cak Nun)
Hasil survei tersebut disampaikan oleh Ketua LD PBNU KH Abdullah Syamsul Arifin atau Gus Aab, bersama Kepala BLA Samidi di sela-sela Rapat Kerja Nasional LDNU di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu 26 Oktober 2022.
Gus Baha atau KH. Ahmad Bahauddin Nursalim adalah putra Kiai Nur Salim, pengasuh pesantren Alquran di Kragan, Narukan, Rembang, Jawa Tengah. Keluarga besar Gus Baha dari jalur ayah terkenal sebagai keluarga penghafal Quran.
Dari jalur ibu, Gus Baha adalah keturunan keluarga besar ulama Lasem dari Bani Mbah Abdurrahman Basyeiban atau Mbah Sambu. Dari garis ini, Gus Baha memiliki hubungan darah dengan ulama-ulama besar NU.
Dia juga termasuk salah satu murid kesayangan dari Kiai Maimoen Zubair atau Mbah Moen, seorang ulama kharismatik di NU. Keilmuan Gus Baha boleh dibilang paket lengkap.
Sebagai ulama yang hafal Quran, Gus Baha adalah seorang pakar tafsir. Dia juga termasuk ahli fiqih dan ushul fiqih yang menghafal banyak hadits. Mungkin karena keluasan ilmunya, dalam setiap pengajian atau ceramahnya, Gus Baha bisa dengan enteng menjelaskan persoalan agama kepada murid atau peserta pengajian.
Baca Juga: Rahasia Mbah Moen Agar Sukses Dunia Akhirat, Lakukan Amalan Ini dengan Sungguh-sungguh!
Lelaki yang lahir pada 29 September 1970 ini benar-benar produk pesantren tulen. Dia tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi formal bidang studi keagamaan. Meski begitu, keilmuan Gus Baha diakui oleh ulama yang menyelesaikan pendidikan agama dari institusi formal seperti Universitas Al Azhar.
Semasa kecil, Gus Baha dididik langsung oleh ayahnya, Kiai Nursalim termasuk untuk menghafal Quran. Kiai Nursalaim menggembleng Gus Baha dengan dengan metode pendidikan yang diajarkan oleh guru, Kiai Arwani Kudus.
Menginjak remaja, Kiai Nur Salim mengirimkan Gus Baha untuk mondok di Pesantren Al Anwar, Sarang, Jawa Tengah, yang diasuh oleh Mbah Moen. Di pesantren inilah Gus Baha mengkhatamkan hafalan Sahih Muslim lengkap dengan matan, rowi dan sanadnya.
Selain Sahih Muslim, Gus Baha mengkhatamkan kitab Fathul Mu’in dan beberapa kita babon di kalangan NU. Dia juga menguasai kitab gramatika bahasa arab seperti ‘Imrithi dan Alfiyah Ibnu Malik.
Karena kepakarannya dalam ilmu tafsir, Gus Baha diminta menjadi Ketua Tim Lajnah Mushaf Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Keilmuan Gus Baha juga diakui oleh ahli tafsir Indonesia, Quraish Shihab.
Baca Juga: PKH November 2022 Kapan Cair: Klik cekbansos.kemensos.go.id
Dalam suatu ceramahnya, seperti dilansir republika.co.id, Gus Baha mengaku pernah beberapa kali ditawari gelar doktor honoris causa. Namun, murid kinasih dari Mbah Moen ini tak berkenan karena merasa tidak pantas menyandang gelar doktor.
"Orang kayak saya itu beberapa kali sebetulnya ditawari jadi doktor honoris causa," kata Gus Baha.
Ada beberapa alasan sehingg Gus Baha menolak tawaran tersebut. “Khawatir saya itu pas ketika tidak punya uang. Doktor kok tidak punya uang, kan nggak pantes. Jadi repot. Daripada beban, sudahlah tidak usah doktor. Jadi, kalau tidak punya uang ya pantes.”
Gus Baha juga beralasan dia tidak mau terbebani. "Terus kalau naik bus ya pantes, suatu saat kalau sudah mati, tidak ada yang hadir ya pantes, karena bukan doktor. Kalau sudah doktor pas masuk neraka, doktor kok masuk neraka. Apalagi rektor kampus Islam kok masuk neraka hahaha, kok kayak gak pas gitu.”

Share this article
Gus Baha atau Kiai Bahauddin Nursalim menjadi sosok dai NU paling populer di media sosial berdasarkan survei yang dilakukan PD PBNU.