Wudhu yang Benar Cukup Satu Kali atau Tiga Kali? Ustadz Adi Hidayat Beri Penjelasan Soal Batas Maksimalnya

Wudhu yang Benar Satu Kali atau Tiga Kali? Ustadz Adi Hidayat Beri Penjelasan Soal Batas Maksimal
Wudhu yang Benar Satu Kali atau Tiga Kali? Ustadz Adi Hidayat Beri Penjelasan Soal Batas Maksimal

AYOJAKARTA.COM – Berikut adalah penjelasan Ustadz Adi Hidayat mengenai pelaksanaan wudhu yang benar, apakah cukup satu kali atau tiga kali.

Seperti yang diketahui, wudhu adalah hal yang harus dilakukan oleh umat muslim sebelum melaksanakan ibadah sholat.

Dalam salah satu ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan mengenai batas maksimal berapa kali melakukan sebuah gerakan dalam berwudhu.

Baca Juga: Ini Spesifikasi dan Harga Audi A6, Mobil Mewah Kompol D yang Tabrak Mahasiswi di Cianjur Hingga Tewas

“Ustadz, apakah menghirup air dan berkumur saat wudhu dilakukan satu kali atau tiga kali?” ucap Ustad Adi Hidayat saat membacakan pertanyaan jamaah, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Info Singkat Official.

Ustadz Adi Hidayat kemudian mengatakan bahwa tiga kali dalam berwudhu adalah batas maksimal.

“Thayyib, tiga kali itu batas maksimal. Yang dalam bahasa hadistnya, siapa yang lebih daripada tiga itu telah bermaksiat kepada Abdul Qasim, pada Nabi,” katanya.

“Maksud hadist ini, fokusnya, ada pertanyaan apakah saat menghirup air, istinshaq saat wudhu, ataupun kumur-kumur harus satu kali ataukah tiga kali. Prinsip satu kali dan tiga kali itu penting anda ketahui, bahwa prinsip itu maksudnya supaya air wudhu itu bisa maksimal sampai kepada anggota wudhu,” sambungnya.

Baca Juga: Gonjang-ganjing! Martin Simanjuntak Bongkar Buku Hitam Ferdy Sambo: Itu Buku Dosa Orang-Orang yang...

Ustadz Adi Hidayat kemudian memberikan sebuah contoh dalam berwudhu.

Ia memberikan contoh berwudhu saat hendak membasuh kedua tangan hingga siku.

Dalam memberikan contoh, ia juga menjelaskan bahwa apa bila air wudhu sudah membasuh sekali ke seluruh bagian tangan hingga siku maka itu dipandang cukup.

Namun apabila dirasa belum cukup, maka disempurnakan kembali untuk membasuh kedua kalinya.

“Ibu dan bapak misalnya bukan hanya kumur-kumur, membasuh tangan misalnya, tangan sampai siku, ingat bukan siku ke tangan. Kalau dari siku ke tangan dari sini (siku) ke bawah, kalau tangan ke siku dari bawah ke siku, jadi kalau ini kerannya ambil airnya dari sini (tangan) ke siku balikkan lagi, bukan siku ke bawah. Ini yang paling tepat demikian, ada maknanya,” ujarnya.

“Nah sekarang lihat, sekali misalnya ambil air anda alirkan (dari tangan ke siku) kalau sekali ini sudah selesai menutup keseluruhannya itu dipandang cukup, engga ada masalah. Tapi kalau anda misalnya merasa masih ada sebagian yang belum terbasuh, maka dua kali sempurnakan supaya air meresap keseluruhannya. Makanya dalam riwayat disebutkan nabi kadang-kadang dua kali walaupun tidak sampai ketiga kalinya,” lanjutnya.

Apabila sudah memasuh sebanyak dua kali tetapi dirasa belum cukup, maka sempurnakan kembali sampai batas maksimal, yakni tiga kali.

Apabila lebih dari tiga kali, Ustadz Adi Hidayat menyebut bahwa itu melanggar ketentuan nabi.

“Tapi kalau anda merasa ada sebagian belum terbasuh lagi, maka yang ketiga kali sempurnakan. Nah kalau misalnya sampai tiga kali belum cukup juga, anda butuh berapa kali lagi? Tiga kali itu sudah batas banyak,” sebutnya.

“Makanya ketika nabi menyampaikan, kalau lebih dari tiga kali dia telah mengkhianati, melanggar ketentuan nabi. Apa diantara ketentuan nabi, nabi menyukai orang-orang yang hemat, tidak boros, tidak ishraf,” tambahnya.

Ustadz Adi Hidayat kemudian menerangkan bahwa prinsip tiga kali dalam wudhu tersebut adalah gambaran dari kesempurnaan dalam membasu agar tidak belebihan dalam menggunakan air.

Ia pun juga menuturkan bahwa berkumur dalam wudhu boleh dilakukan sekali apabila dirasa sudah cukup.

Namun apabila masih ada kotoran masih bisa disempurnakan hingga tiga kali.

“Kumur-kumur misalnya sekali dirasa cukup boleh, ada yang kurang misalnya dua kali silahkan. Ada yang belum terbasuh kotoran masih ada tiga kali engga masalah. Tapi tiga kali itu maksimal dari apa yang bisa dilakukan,” tuturnya.

“Jadi jangan terjebak pada bilangan harus sekali, harus dua kali, harus tiga kali. Yang dimaksudkan basuhan sampai tiga kali itu sempurna anggota wudhu dibasuh dengan sempurna dan menghilangkan segala jenis kotoran yang ada didalamnya,” tutupnya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# wudhu
# berwudhu
# Ustadz Adi Hidayat
# Ustadz Adi Hidayat

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.