AYOJAKARTA.COM - Ramadan, bulan yang dinanti-nantikan umat Islam akan segera tiba.
Ramadan merupakan bulan penuh berkah yang memiliki banyak keutamaan, di antaranya diwajibkan berpuasa, setan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka, pahala yang dilipatgandakan termasuk adanya salat tarawih.
Siang hari di bulan Ramadan umat Islam menjalankan ibadah puasa, sedangkan di malam hari mengerjakan salat tarawih.
Baca Juga: Terpopuler! Inilah Contoh Teks MC Isra Miraj 2023 Lengkap dengan Susunan Acaranya
Tarawih adalah salat sunah yang dikerjakan pada malam bulan Ramadan, mulai setelah salat isya hingga akhir malam sebelum witir.
Tarawih adalah bentuk jamak dari kata tarwihah yang berarti waktu sesaat guna istirahat.
Maksudnya di sini karena pada salat tarawih terdapat waktu untuk beristirahat sejenak, utamanya setelah dua kali salam dalam empat rakaat.
Keutamaan salat tarawih dikutip ayojakarta.com dari YouTube Audio Dakwah pada Kamis 16 Februari 2023:
1. Dihapuskan dosa yang telah lalu
2. Meramaikan masjid
3. Pahalanya seperti salat qiyamul lail sepanjang malam
4. Mempererat tali silaturahmi umat muslim
5. Meningkatkan ketaqwaan dan mendekatkan diri pada Allah SWT.
Baca Juga: Road to Ramadan 2023: Syaban adalah Bulan yang Terlupakan? Ini Kata Ustaz Adi Hidayat!
Salat tarawih lebih utama dikerjakan secara jamaah atau sendirian?
Berikut penjelasan Ustaz Adi Hidayat mengenai pertanyaan tersebut.
"Berjamaah,"jawab Ustaz Adi Hidayat.
Diterangkan dalam hadis Rasulullah SAW tentang keutamaan salat berjemaah.
"Salat berjamaah lebih utama 27 derajat dibanding salat sendirian"(HR. Bukhari dan Muslim)
Baca Juga: 7 Urutan Bacaan Dzikir Selesai Salat yang Benar Menurut Ustaz Adi Hidayat, Wajib Tahu!
Penyebutan bilangan 27 derajat dalam hadis tersebut tidak dapat dijangkau oleh akal.
Para ulama menerangkan mereka yang melaksanakan salat jemaah lebih unggul 27 salat.
Ustaz Adi Hidayat juga menerangkan bahwa apa yang dikerjakan Rasulullah SAW saat itu merupakan wujud memuliakan salat berjemaah.
Berhentinya Rasulullah SAW dari salat tarawih berjemaah dikarenakan semakin banyak pengikut beliau yang datang.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran Rasulullah SAW, kalau Allah menjadikan wajib untuk salat tarawih dan akan memberatkan umatnya sebagaimana yang diceritakan Ustaz Adi Hidayat.
"Yang kedua perbuatan Nabi sesungguhnya memuliakan salat berjamaah," tutur Ustaz kelahiran Pandeglang tersebut.
"Maka Nabi ke masjid, hari pertama orang makin banyak, kedua tambah banyak, ketiga tambah banyak lagi," lanjutnya.
"Karena semakin banyak dan terus bertambah besoknya Nabi tidak berangkat ke masjid untuk salat tarawih," tuturnya.
"Nabi mengkhawatirkan, kalau semakin banyak jamaah yang ikut, maka Allah akan mewajibkan salat tarawih," tambahnya.
"Karena sifat Allah pencemburu, begitu orang-orang senang beribadah, Allah tidak ingin manusia berbelok pada dunia lagi", tutur Ustaz Adi Hidayat.
Baca Juga: Enggak Perlu Mahal, Ustaz Adi Hidayat Bocorkan Sedekah ke 4 Orang ini Dijamin Rezeki akan Melimpah!
Maka dari itu Rasulullah SAW salat tarawih di rumah agar tidak menjadi beban umatnya.
Pada saat kepemimpinan Umar bin Khattab mulailah menyimpulkan tentang salat tarawih dilaksanakan secara berjemaah.
Saat itu dilihat orang berpencar dari tiap masjid sehingga terpecah belah.
Kemudian Umar bin Khattab menyatukan kaum laki-laki dan kemudian diberikan imam, demikian pula dengan kaum perempuan.
Sehingga salat tarawih sejak saat itu dilaksanakan secara berjemaah yang terpisah antara perempuan dan laki-laki.
Maka disebutlah salat tarawih lebih utama dikerjakan secara berjamaah.***

Share this article
Berikut penjelasan terkait salat tarawih menurut Ustaz Adi Hidayat, jangan anggap enteng dan pahami dengan benar!