JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Komunitas Pulang Jumat Kembali Ahad (PJKA), menjadi inspirasi pencari nafkah di ibu kota untuk selalu mengingat keluarga di kampung halaman. Ya, satu hari memang bukan waktu yang lama untuk melepas rindu dengan sanak keluarga. Tapi setidaknya, sehari bersama keluarga penting untuk melepas penat dari hiruk pikuk dan segudang keruwetan di Jakarta.
Komunitas yang terbentuk sejak tahun 1990-an dengan jumlah anggota lebih dari 2000 orang itu rela memesan tiket jauh-jauh hari, kadang hingga 90 hari jelang keberangkatan.
Selain harga tiket yang relatif murah, komunitas ini juga bisa duduk dengan santai dengan kursi yang berdekatan dan bisa bercengkrama sesama anggota sepanjang perjalanan.
Menurut Dina Setiyawan, yang merupakan koordinator komunitas ini, mencari serta memesan tiket untuk anggotanya bukanlah hal yang mudah, meski memang tak bisa dibilang sulit. Dina bahkan kerap begadang hanya untuk membeli tiket secara online yang mulai dibuka mulai pukul 00.01 WIB dinihari.
''Jadi setiap minggu itu kita selalu begadang dua malam, di jam 00.01 WIB bukaan tiket kereta, kita selalu begadang seminggu dua kali untuk bisa beli tiket di H-90,'' tuturnya kepada Ayojakarta saat hendak pulang kampung ke Yogyakarta beberapa waktu lalu.
AYO BACA : Perkenalkan, Komunitas Pulang Jumat Kembali Ahad Alias PJKA
Komunitas PJKA yang terbagi dalam sejumlah grup, di mana masing-masing grup diisi 50 sampai 100 orang anggota yang memiliki seorang koordinator. Kata Dina, untuk sekali pemesanan tiket seluruh anggota dapat mencapai Rp 20 juta.
''PJKA punya koordinator masing-masing, ada yang namanya Paguyuban157, setelursepur, ada juga setelursepur2 dan lainnya, jadi kalau dikumpulkan jadi kelompok-kelompok itu bisa sampai 800 hingga 2000 orang,'' cerita Dina.
Namun, meskipun tergabung dalam satu komunitas, intensitas pulang kampung para anggotanya berlainan. Ada yang pulang setiap minggu, dua minggu, hingga yang hanya pulang sekali dalam sebulan.
''Jadi, melihat kebutuhan dan kemampuan untuk beli tiket, termasuk jadwal kerja yang berubah-ubah mempengaruhi,'' ujarnya.
Hingga kini, tujuan terjauh dari anggota PJKA adalah ke Madiun, Jawa Timur yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen menggunakan Kereta Api Berantas. Namun, tujuan terbanyak anggota adalah Yogyakarta dan Solo.
.jpg)
Share this article
Komunitas Pulang Jumat Kembali Ahad (PJKA), menjadi inspirasi pencari nafkah di ibu kota untuk selalu mengingat keluarga di kampung halaman. Ya, satu hari memang bukan waktu yang lama untuk melepas rindu dengan sanak keluarga. Tapi setidaknya, sehari bersama keluarga penting untuk melepas penat dari hiruk pikuk dan segudang keruwetan di Jakarta.