Menikmati Tutut, Keong Air Tawar yang Lezat di Mulut

Pedagang kuliner tutut menyiapkan sajian untuk pelanggannya di Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. (ANTARA News/Aditya Pradana Putra)

Pedagang kuliner tutut menyiapkan sajian untuk pelanggannya di Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. (ANTARA News/Aditya Pradana Putra)

BOGOR, AYOJAKARTA.COM--Bagi sebagian orang menganggap keong atau siput air tawar (Pila Ampullacea) sebagai hama atau sekadar hewan tidak berguna yang hidup di sawah, sungai, dan danau.

Namun, itu tidak berlaku bagi beberapa warga di Kota Bogor, Jawa Barat. Mereka menjadikan hewan dengan tinggi cangkang sampai 40 milimeter dengan diameter 25 milimeter itu sebagai sajian kuliner yang memiliki banyak penggemar.

Selain rasanya sedap, bagi sebagian orang tutut dinilai sebagai sumber protein yang tinggi. Bahkan, ada yang mempercayai tutut sebagai sajian berkhasiat menyembuhkan penyakit liver, demam, dan penyakit kuning.

Di Jalan Sholeh Iskandar dan kawasan Cimanggu, Tanah Sareal, Bogor, beberapa gerobak penjual kuliner keong atau oleh warga Bogor menyebutnya sebagai tutut, menjadi rujukan para penggemar kuliner tutut.

Salah satunya, adalah warung kaki lima kuliner tutut milik Husni Fadillah yang berada di Jalan Taman Cimanggu.

Setiap hari di warung miliknya, Husni melayani pelanggannya yang tidak hanya berasal dari Bogor, tetapi dari kota lain, seperti Depok dan Jakarta.

"Banyak yang ke sini sekadar mengobati rasa kangen mereka untuk merasakan sajian tutut ini," kata Husni yang memasak tutut dengan satu varian rasa, bumbu kuning.

Pewarta Antara turut mencoba sajian tutut yang berharga Rp5.000 per porsi ini.

Dengan bumbu berbahan bawang putih, bawang merah, kemiri, kunyit, jahe, merica dan garam yang dihaluskan bersama itu, sajian tutut ini rasanya berpadu dengan aroma unik dari tutut atau keong.

AYO BACA : Kuliner Bogor: Es Pala Pak Ujang, Minuman Legenda Sejak 1949

Cara makannya pun unik, kita harus menyesap atau menghisap isi tutut dari cangkangnya. "Slurrppppp...," suara yang terdengar saat pelanggan Husni menyesap isi tutut dari cangkangnya.

Bila anda kesulitan menyesap, alat bantu berupa tusuk gigi disediakan Husni agar pelanggannya bisa meraih isi tutut dengan menusukan di dalam cangkang.

Ketika tutut habis, kuah berbumbu kuning sajian ini juga sayang rasanya bila tidak dihabiskan karena rasanya begitu sedap.

Husni Fadilah mengatakan bahwa setiap hari rata-rata dia menjual sebanyak enam kilogram tutut. "Bahkan, di akhir pekan jumlahnya bisa mencapai sekitar delapan kilogram," kata pria yang merupakan generasi kedua penjual tutut.

Meski setiap hari dagangannya laris, bukan berarti dirinya tidak pernah mengalami hambatan.

"Pertengahan tahun lalu ada kasus puluhan warga Tanah Baru, Bogor, mengalami keracunan setelah makan kuliner tutut," kata dia.

Setelah kejadian itu, Husni mengaku dagangannya ikut terdampak kasus tersebut. "Penjualan turun drastis karena banyak pelanggannya yang khawatir Tutut masakan saya juga berbahaya," kata dia.

Namun, lanjut dia, lambat laun penjualan tututnya kembali membaik dan bahkan semakin meningkat.

"Itu karena saya memilih tutut atau keong bahan sajian dari yang berasal dari alam, seperti danau dan sungai. Bukan dari sawah," kata Husni.

AYO BACA : Segernya Asinan Jagung Bakar Pak Sabur di Suryakencana

Menurut dia, tutut yang berasal dari sawah lebih beresiko karena tercemar pestisida.

Kepercayaan pelanggannya yang loyal, menurut dia, menjadi kunci usaha kuliner tutut Husni masih bisa bertahan hingga saat ini.

Untuk memastikan sajian tutut yang aman, dia mengimbau calon pembeli untuk mengecek baunya. "Bila baunya menusuk atau ada amisnya, dan rasanya pahit, sebaiknya jangan dikonsumsi," kata Husni.

Sementara itu, salah seorang pemasok keong atau tutut, Suryadi mengatakan bahwa tutut yang aman dikonsumsi adalah Tutut yang hidup di alam, seperti sungai dan danau yang belum tercemar limbah.

"Saya mendapatkan tutut ini di sejumlah setu (danau) di Bogor," kata dia.

Menurut Suryadi, beberapa pemasok juga mendapatkan tutut mentah yang berharga Rp7.000 per kilogram itu dari hasil budidaya.

"Itu juga aman dikonsumsi karena dihindarkan dari pestisida dan zat kimia berbahaya," kata Suryadi yang memasok tutut di wilayah Bogor dan Depok itu.

Pada musim kemarau ini, kata dia, tutut relatif lebih susah didapatkan. "Musim hujan adalah masa di mana pasokan tutut melimpah," kata Suryadi.

Pada kesempatan lain, salah seorang penyuka kuliner tutut, Eni Roheni mengatakan, selain enak, makanan tutut mengingatkan dirinya pada masa kecilnya yang sering mengonsumsi tutut.

"Dulu di Bogor banyak banget yang jual, sekarang lebih susah ditemui," kata wanita paruh baya itu.

Apalagi, lanjutnya, sekarang banyak tutut yang berasal dari sawah berpestisida maupun habitat yang tercemar lainnya.

"Harus berhati-hati agar tidak salah pilih kuliner tutut dengan mencium baunya yang tidak menyengat dan tidak berasa pahit," kata Eni.

AYO BACA : Berburu Nasi Uduk Lezat di Pasar Thomas Cideng

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

News 04 Jun 2026, 13:39 WIB

Peringatan Keras Kemenhaj RI, Jemaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam di Dalam Koper!

Kementerian Haji dan Umrah RI memberikan peringatan keras kepada jemaah haji agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin saat kepulangan ke Indonesia.

Jakarta Selatan 04 Jun 2026, 13:20 WIB

Pastikan Produk Pangan Aman, Sudin KPKP Jakarta Selatan Lakukan Uji Sampel di 5 Lokasi Ini!

Pastikan produk pangan yang beredar di masyarakat aman, Suku Dinas Ketahanan Pangan, kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan aktif lakukan pengawasan.

Metropolitan 04 Jun 2026, 13:05 WIB

30 Rumah Warga Hangus Terbakar di Jakarta Pusat, Pemkot Jakpus Gerak Cepat Berikan Bantuan!

Kebakaran kembali terjadi didi Jalan Tanah Tinggi IV RT 09 RW 07, Johar Baru, Jakarta Pusat, sekitar pukul 00.15 WIB pada Kamis, 4 Juni 2026 dini hari yang menghanguskan 30 rumah warga.

News 04 Jun 2026, 11:51 WIB

Bikin Geleng Kepala! 4 Tindakan Dugaan Korupsi Ex Kepala BGN Dadan Hindayana Cs

Kejaksaan Agung sudah menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sanjayana dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG

Komunitas 04 Jun 2026, 10:59 WIB

ISMN Meet Up Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Jembatan Sukses Kreator Lokal Hadapi Dinamika Industri

ISMN Meet Up Surabaya 2026 resmi dibuka! Ajang kolaborasi kreatif untuk bantu kreator lokal bertahan dan bertumbuh di tren media sosial.

Jakarta Barat 04 Jun 2026, 10:51 WIB

Diduga Artefak, Sudin Kebudayaan Jakarta Barat Tindak Lanjut Temuan 4 Lempengan Batu Granit Aksara Cina!

Diduga artefak, temuan lempengan batu di wilayah Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan ditindaklanjuti oleh Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat.

News 04 Jun 2026, 10:16 WIB

Jembatan Baru Komunikasi Publik, ISMN Hubungkan Kominfo Jatim dan Homeless Media

ISMN gandeng Kominfo Jatim rangkul Homeless Media! Sinergi radikal ini siap ubah peta informasi dan guncang dominasi media arus utama.

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.

Otomotif 03 Jun 2026, 17:05 WIB

Awas Ketinggalan! Program Pemutihan Pajak dari Bapenda DKI Hanya 3 Bulan Saja Loh, Catat Tanggalnya Ya...

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI memberikan keringanan untuk penghapusan sanksi PKB dan BBNKB mulai 1 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 16:27 WIB

Siapa Saja Sosok Pimpinan Baru di Badan Gizi Nasional? Intip Profilnya

Presiden Prabowo rombak total pimpinan Badan Gizi Nasional akibat program Makan Bergizi Gratis rapor merah (20rb kasus keracunan & 98% dapur ilegal). Nanik S. Deyang ditunjuk jadi Kepala BGN baru.