Dorongan Program PNM Mekaar, Twinnietwoes, Eka Rasa, Nyi Empol: 3 Jenama UMKM, Inovasi Oleh-oleh Khas Garut

Twinnitoes, Eka Rasa, Nyi Empol: 3 Jenama UMKM Garut yang Tawarkan Oleh-oleh Hasil Inovasi
Twinnitoes, Eka Rasa, Nyi Empol: 3 Jenama UMKM Garut yang Tawarkan Oleh-oleh Hasil Inovasi

AYOJAKARTA.COM  - Ketika menyebut Garut, kebanyakan orang langsung terbayang dodol yang legit, burayot, dorokdok, atau kerajinan kulit.

Namun, di balik nama-nama besar itu, ada geliat kecil tapi berarti dari pelaku usaha mikro yang terus tumbuh membawa angin segar bagi oleh-oleh khas Garut.

Mereka adalah para perempuan yang tak hanya menghadirkan rasa, tapi juga cerita dan semangat inovasi. 

Tiga di antaranya, Twinnietwoes, Eka Rasa, dan Nyi Empol, menjadi contoh nyata bagaimana UMKM bisa menjelma menjadi kekuatan ekonomi rumah tangga. Dengan dorongan dari program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), langkah mereka semakin mantap.

Baca Juga: Ada Samsung! Daftar Rekomendasi Tablet Harga Rp2 Jutaan, Punya Spesifikasi Oke?

Twinnietwoes: Abon Tongkol dari Dapur Rumah

Twinnietwoes adalah bukti bahwa kreativitas tak pernah mengenal batas ruang.

Bermula dari dapur rumah seorang ibu rumah tangga di penghujung 2019, brand ini muncul sebagai jawaban atas tantangan pandemi.

Terinspirasi dari resep nenek angkat yang biasa membuat abon ayam, sang pemilik mencoba menerapkannya pada ikan tongkol.

"Waktu itu karena pandemi, saya banyak di rumah. Adik saya bilang, daripada bengong, mending coba bikin sesuatu. Akhirnya saya buat abon tongkol dari resep nenek. Alhamdulillah, ternyata orang-orang suka," kata pemilik Twinnietwoes, Ida Ridawati.

Tidak seperti kebanyakan abon tongkol di YouTube yang basah, Twinnietwoes menghadirkan abon tongkol versi kering agar lebih awet.

Ini menjadikannya cocok sebagai oleh-oleh. Di awal, pemasarannya mengandalkan jaringan adiknya di Bandung.

Lambat laun, lewat mulut ke mulut, produknya makin dikenal.

Baca Juga: Cara Cek Status Verifikasi Nilai Rapor SPMB Jatim 2025: Sudah Berhasil Diverifikasi atau Belum?

Untuk membangun usahanya, Ida merogoh kocek untuk modal awal sebesar Rp1,5 juta berasal dari tabungan.

Tapi ketika permintaan meningkat, ia mengajukan pinjaman ke PNM sebesar Rp2 juta.

"Kebetulan ada saudara kerja di PNM. Mereka bantu banget, dari pinjaman ringan sampai pelatihan," ujarnya. 

Ida sudah beberapa kali mengajukan pinjaman ke PNM. Tahun 2021, ia menggunakan dana pinjaman dari PNM untuk membeli spinner seharga Rp2,5 juta.

Tak hanya permodalan, PNM juga memberikan pelatihan digital marketing dan pengemasan.

Kemasan Twinnietwoes pun berubah total, dari plastik biasa menjadi kemasan modern yang menarik.

Kini, ia aktif di Instagram, dan permintaan datang dari berbagai daerah seperti Depok, Bogor, bahkan sempat ke Kalimantan dan Malaysia.

Ketika situasi ekonomi sempat memburuk, produksi terhenti selama enam bulan.

Tapi dengan pinjaman ketiga sebesar Rp5 juta di tahun 2024, usahanya kembali hidup. Ia bahkan membuka warung sembako dan depot air isi ulang dari keuntungan abon dan bantuan usaha.

"Ke depan saya pengin ekspor. Dulu sempat kirim ke Malaysia lewat kenalan TKW. Kalau bisa sekarang lewat jalur resmi, saya yakin lebih besar lagi potensinya."

Baca Juga: Miris! CCTV Polsek Kumpe Ilir di Jambi Rusak saat Tahanan Tewas Dianiaya, Kok Bisa?

Eka Rasa: Menyelamatkan Stroberi, Menciptakan Inovasi

Eka Rasa adalah jenama yang mengolah stroberi menjadi berbagai produk seperti jus kemasan, selai, kerupuk, dan sumpia, semuanya tanpa menggunakan pengawet.

Neneng Marni Anggraini, sang pemilik, memulai usahanya sebagai supplier stroberi sejak 2015. 

“Saya supplier stroberi di Garut sejak 2015. Barangnya dari Ciwidey,” ujarnya.

Pandemi COVID-19 membawa tantangan baru ketika sekolah-sekolah tutup dan permintaan stroberi kecil menurun.

“Pas COVID sekolah banyak yang tutup, sementara biasanya stroberi yang kecil-kecil didistribusikannya ke anak sekolah. Numpuk. Ini gimana,” kenangnya. 

Dipaksa keadaan, Neneng lantas mencoba berinovasi: membuat selai. Produk anyar itu laku, namun tidak cepat terserap lantaran waktu konsumsi yang lama.

Sebotol kecil selai, bisa habis dalam waktu sebulan. Sementara saban hari, suplai stroberi kecil terus berdatangan dan menumpuk. 

Dia lantas memutar otak lagi. Pada 2021, ia menciptakan jus kemasan yang kini menjadi produk andalan.

Jus stroberi Eka Rasa mulai ramai diminati di bazar-bazar saat pemerintah gencar melakukan promosi UMKM di periode akhir pagebluk.

“Alhamdulillah peminatnya banyak,” katanya.

Baca Juga: Terekam CCTV! Penyanyi Jon Bon Jovi dan Istri Berhasil Selamatkan Nyawa Seorang Wanita

Jenama Eka Rasa lahir dari filosofi sederhana: satu rasa, yaitu stroberi.

Produk utama adalah jus stroberi tanpa pengawet, disusul frozen, kerupuk, selai, dan terbaru sumpia stroberi yang bisa jadi alternatif oleh-oleh wisatawn.

Usaha Eka Rasa dimulai dengan modal awal Rp2 juta dari kantong pribadi, lalu ia bergabung dengan PNM akhir 2023.

Tiga kali pinjaman diberikan bertahap: Rp3 juta, Rp4 juta, dan terbaru Rp5 juta di tahun 2025. Dana tersebut digunakan untuk membeli peralatan produksi.

"Sekarang omzet harian saya Rp2 juta, bahkan saat Ramadan bisa Rp3-5 juta. Saya pasarkan ke rumah oleh-oleh, keluarga, teman, dan reseller dari Garut sampai Cianjur. Juga lewat Instagram, TikTok, dan Facebook."

Pelatihan dari PNM sangat membantunya.

"Saya belajar mengelola keuangan, bikin kemasan menarik, dan digital marketing. Semuanya penting. Karena kalau kemasan jelek, promosi juga kurang efektif."

Ke depan, Neneng berharap dapat memiliki mesin-mesin produksi yang lebih lengkap dan efisien, serta mengembangkan usahanya dengan teknologi sterilisasi agar jus dapat bertahan lebih lama tanpa pengawet.

“Pengin disterilisasi. Kalau jus distreilisasi kan bisa 5 hari enggak basi tanpa pengawet,” ujarnya.

Nyi Empol: Warisan Rasa dalam Manisan Terong

Nyi Empol adalah jenama yang mengangkat kembali manisan terong ungu, makanan tradisional khas Garut, khususnya dari daerah Karangpawitan.

Manisan terong ungu, makanan tradisional khas Garut yang belum terlalu banyak diketahui. Lina Marliana, pemilik usaha ini, memulai usahanya pada 2018 dengan resep warisan dari almarhum ibunya.

"Ini resep dari ibu saya. Beliau biasa bikin manisan terong saat ada hajatan. Saya ingin memperkenalkannya kembali karena ini warisan kuliner Karangpawitan."

Nama Nyi Empol diambil dari panggilan kecil sang ibu. Dengan sentuhan personal ini, produk manisan menjadi lebih dari sekadar makanan, melainkan cerita keluarga.

Usaha ini dirintis sejak 2018. Butuh waktu tiga tahun untuk mematangkan teknik dan rasa.

Sekarang selain manisan, ada juga keripik kembang geulis, sumpia ebi, keripik singkong jadul, dan lainny. Semuanya hasil eksperimen dapur.

Produk utamanya, manisan terong ungu, dibuat dalam dua versi: basah dan kering. Yang kering butuh waktu hingga dua minggu untuk prosesnya, yang basah selama seminggu. Karena itu, sistem pemesanan masih pre-order.

Dukungan dari PNM datang baru dua kali, tapi efeknya besar.

“Saya dipilih mewakili Garut untuk program Mekaar Preneur di Bandung. Belajar banyak tentang keuangan dan digital marketing,” jelasnya.

Omzetnya kini mencapai Rp1,5 juta per bulan. Saat ini, ia ingin mewariskan usaha ini ke anaknya, sekaligus merambah ke TikTok Shop agar bisa menjangkau generasi muda.

“Saya pengin anak saya yang pegang karena mereka lebih nyambung sama teknologi. Biar warisan kuliner Garut ini enggak hilang ditelan zaman,” tuturnya.

Baca Juga: Hasil Cek Saldo PKH dan BPNT Tahap 2 per 25 Mei 2025: Sudah Ada Dana Masuk?

PNM Mekaar: Dari Modal Hingga Pendampingan

Ketiga pelaku UMKM ini adalah wajah dari semangat perempuan Garut yang berinovasi di tengah tantangan.

Namun semua itu mungkin tak akan semudah ini tanpa pendampingan dari PNM Mekaar.

Bukan hanya soal modal yang ringan dan terjangkau, tetapi juga pelatihan berkelanjutan, konsultasi usaha, hingga pembekalan keterampilan digital yang relevan.

Program Mekaar bukan sekadar membantu bertahan, tapi juga membantu naik kelas. Membuka jalan agar produk lokal bisa bersaing, bukan hanya di pasar dalam negeri, tapi juga luar negeri.

Mereka membuktikan bahwa UMKM bukan bisnis kecil-kecilan, melainkan pijakan ekonomi keluarga yang kokoh.

Ketika Anda membeli abon tongkol Twinnietwoes, jus stroberi Eka Rasa, atau manisan terong Nyi Empol, Anda tidak sekadar membeli makanan.

Anda sedang membawa pulang cerita. Cerita tentang adaptasi, warisan, dan harapan. Cerita tentang dapur yang berubah menjadi laboratorium inovasi.

Oleh-oleh kini tak hanya soal rasa. Ia juga soal nilai. Dan Garut, dengan segala potensi lokalnya, telah membuktikan bahwa oleh-oleh bisa menjadi simbol kekuatan perempuan, keluarga, dan komunitas.

Berkat inovasi. Berkat kerja keras. Dan tentu saja, berkat pendampingan yang tepat dari program seperti PNM Mekaar.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Twinnietwoes
# Eka Rasa
# PNM Mekaar
# UMKM
# Nyi Empol

News Update

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.

Teknologi

Axioo Hype AMD X1, Laptop 5 Jutaan dengan Garansi Anti Maling

Laptop Rp5 jutaan Axioo Hype AMD X1 dipuji Deddy Irvan berkat layar IPS FHD, RAM upgradeable, kamera 2MP jernih, backlit keyboard, serta garansi fenomenal Axioo ADP 3 tahun (termasuk kecurian).

Metropolitan

Permudah Akses Perbankan, Rano Karno Instruksikan ATM Bank Jakarta Hadir di Semua Rusun

Kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah warga dalam melakukan berbagai transaksi keuangan tanpa harus pergi jauh dari tempat tinggal mereka.

Ekonomi

Pemerintah Mulai Simulasikan Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Lewat Koperasi Desa Merah Putih, Ini Penjelasan Kemensos

Langkah ini merupakan bagian dari uji coba untuk memperkuat sistem distribusi bantuan agar semakin mudah dijangkau masyarakat.

Jakarta Pusat

PAM Jaya Gerak Cepat Tangani Pipa Bocor Imbas Proyek JSDP, Suplai Air Dipastikan Tetap Mengalir

Dirut PAM Jaya mengatakan kebocoran bermula saat kontraktor proyek melakukan pekerjaan pengecekan di area sekitar jaringan pipa utama milik PAM Jaya.

Bisnis

Darurat Scam dan Judi Online, BRI Bersama OJK Perketat Ekosistem Perbankan Gandeng Kemkomdigi dan PERBANAS

Sinergi BRI, PERBANAS, OJK, dan Kemkomdigi resmi tingkatkan keamanan keuangan digital demi memberantas judi online dan scam.

Bisnis

Antisipasi Lonjakan Permintaan, Pertamina Suntik Tambahan LPG Subsidi 138 Metrik Ton di Kabupaten Subang

Pertamina Patra Niaga menambah 138 metrik ton LPG 3 Kg di Subang hingga akhir Juli 2026 untuk menjaga stok dan kelancaran distribusi.

Nasional

Tips Memilih Lowongan Program Magang Nasional 2026, Jangan Asal Klik!

Memilih lowongan program magang secara tepat dapat memberikan pengalaman berharga yang berdampak pada pengembangan karier di masa depan.

Jakarta Timur

INFO Penting untuk Warga Jaktim! Per 27 Juli 2026, Kantor Sudin Dukcapil Jakarta Timur akan Pindah Sementara, Ini Lokasinya

Kepindahan ini dilakukan untuk mendukung proses renovasi gedung sekaligus meningkatkan kenyamanan serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Metropolitan

Transjakarta Gelar Sayembara Desain Green Hub Petamburan, Siapkan Konsep Kawasan Transportasi Masa Depan

Sayembara Desaian Green Hub Petamburan ini mengusung tema "Green Connectivity: Weaving Mobility, Elevating Urban Life".

Jakarta Timur

Dinas Bina Marga DKI Jakarta Mulai Penataan Trotoar di Jakarta Timur dengan Konsep Complete Street, Pejalan Kaki Lebih Aman dan Nyaman

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang publik yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi para pejalan kaki.

Metropolitan

Masih Ada Kesempatan! Pendaftaran Jakarta Innovation Awards 2026 Diperpanjang, Yuk Siapkan Inovasi Terbaikmu

Jakarta Innovation Awards merupakan ajang apresiasi bagi inovasi yang telah diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi Jakarta.

Pendidikan

Pemprov DKI Batasi Penggunaan Medsos Anak di Bawah 16 Tahun? Pramono Anung: Jakarta Dukung Komdigi

Pemprov DKI Jakarta menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah pusat yang membatasi akses media sosial (medsos) bagi anak di bawah usia 16 tahun

Metropolitan

DKI Tutup 2 Zona Aktif di Bantargebang, Sistem 'Open Dumping' Mulai Ditinggalkan!

Pemprov DKI Jakarta resmi memulai langkah besar untuk membenahi pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi.

Viral

Menerka Bayaran Hotman Paris yang Kini Tangani Kasus Febri Adriansyah, Bisa Tembus di Atas Rp200 Miliar?

Hotman Paris resmi jadi kuasa hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah terkait kasus korupsi dan TPPU. Rekam jejak honor fantastis Hotman hingga Rp200 miliar memicu spekulasi tarif di publik.

Viral

Nekat Bela Febri Adriansyah, Akun Bisnis Hotman Paris Raib!

Akun Instagram bisnis Hotman Paris Perfumery hilang usai ia menuai kritik pedas akibat membela mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Hotman mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi penipuan.

Jakarta Selatan

Tekan Sampah ke TPST Bantar Gebang, 349 Tong Biopori Jumbo Disebar di Kebayoran Lama Jaksel!

Sebanyak 349 tong biopori jumbo didistribusikan ke enam kelurahan di wilayah tersebut guna mengurangi beban sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.

Jakarta Utara

Upaya Atasi Kemacetan Kelapa Gading-Pulo Gadung, 111 Petugas Gabungan Tata Lahan Jalan Perintis Kemerdekaan!

Sebanyak 111 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan penertiban dan penataan lahan di kawasan RW 13, Jalan Perintis Kemerdekaan

Sport

Drama VAR Warnai Final Piala Dunia 2026, Ada 4 Momen Krusial yang Bikin Argentina Protes

Piala Dunia 2026 diwarnai krisis VAR yang picu krisis FIFA. Spanyol keluar sebagai juara usai tekuk Argentina 1-0 di final penuh drama, diwarnai kartu merah Enzo dan kontroversi keputusan wasit.

News

Hotman Paris Diminta Tak Bawa Nama Presiden dalam Kasus Febrie Adriansyah, Istana: Jangan Dikait-kaitkan!

Hal ini menyusul pernyataan Hotman yang membawa-bawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam pembelaannya terhadap sang klien, mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.