JAKARTA, AYOJAKARTA.COM—Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai bersiap mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Kota. Setidaknya 4.000 tempat tidur di rumah sakit disiapkan sebagai langkah antisipasi.
“Tempat tidur itu untuk lokasi isolasi pasien Covid-19, termasuk pasien positif Omicron,” imbuh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti, Rabu (12/1/2022).
Ia menjelaskan, jumlah ini lebih rendah dibandingkan kapasitas yang disiapkan saat gelombang kedua Covid-19 pada Juli 2021, dengan kapasitas sekitar 15 ribu tempat tidur.
Baca Juga: Hanya Tersisa 914 Tempat Tidur Isolasi Covid-19 di DKI Jakarta
"Kami belum melebarkan secara maksimal jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19. Kebijakannya adalah semua siaga," ungkapnya, dikutip dari SuaraJakarta.id-jaringan Ayojakarta.com, Kamis (13/1).
Menurutnya, dengan menyediakan kapasitas sekitar 4.000 tempat tidur, maka rumah sakit rujukan dapat membuka ruang lebih besar untuk perawatan pasien non-Covid-19.
Baca Juga: Pemprov DKI Ajak Masyarakat Sumbang Tempat Tidur hingga Disinfektan ke Tempat Isolasi Rusun Nagrak
"Kami lihat trennya, nanti kalau trennya naik kami luaskan sambil melihat regulasi dari pusat, apakah isolasi di rumah sakit seperti yang lalu untuk kasus sedang dan berat saja, sehingga OTG (orang tanpa gejala) atau gejala ringan cukup isolasi mandiri atau terpusat, kami sesuaikan," ungkap dia.
Ia mengatakan, untuk isolasi mandiri ditentukan penilaian dari satuan tugas, salah satunya terkait kelayakan lokasi.
Baca Juga: Sinyal Waspada untuk Warga di Jakarta, Anies: Kasus Covid-19 Makin Naik
Namun, jika lokasi tidak memungkinkan menjadi tempat isolasi mandiri, maka pihaknya mendorong isolasi terpusat.
"Untuk kasus Omicron saat ini, dilakukan isolasi terpusat di RS Wisma Atlet dan rumah sakit rujukan," tandas Widyastuti.
Share this article
Setidaknya 4.000 tempat tidur di rumah sakit disiapkan sebagai langkah antisipasi lonjakan Covid-19 di Jakarta karena varian Omicron.