AYOJAKARTA.COM -- Dua organisasi muslim terbesar d Tanah Air, Nadhlatul Ulama dan Muhammadiyah, memberikan tanggapan tentang tren merawat boneka arwah atau spirit doll yang sedang ramai di kalangan selebritis.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nadhlatul Ulama (NU) Anggia Ermarini menilai tren tersebut termasuk musyrik dan dilarang agama. Boneka arwah dapat dikatakan musyrik apabila si pemilik menganggap boneka tersebut mampu mengabulkan permintaan.
Menurut Anggia, apabila boneka arwah tersebut hanya digunakan sebagai sarana bermain, maka akan sah-sah saja. Namun, apabila boneka arwah tersebut dianggap mampu mengabulkan hajat, hal tersebut termasuk musyrik.
Baca Juga: Per 4 Januari 2021, Kasus Varian Omicron di Jakarta Sebanyak 162 Kasus
"Apalagi dianggap mampu mengabulkan hajat kita, itu musyrik namanya dan dilarang oleh agama," ungkapnya, dikutip dari makassar.terkini.id--jaringan Suara.com.
Lebih lanjut, Anggia menganggap selebritis yang merawat boneka arwah tersebut aneh.
Pasalnya, boneka arwah tersebut merupakan benda mati.
Baca Juga: Jadi Pribadi yang Bikin Kagum, Netizen Puji Didikan Ortu Jimin BTS
"Makhluk enggak hidup kalau diperlakukan seperti bayi enggak boleh, apalagi dianggap mengabulkan atau sebagai tempat curhat. Kalau kita berdoa dalam islam kan ada sarana melalui salat misalnya kepada Allah. Itu sarana untuk curhat juga," jelasnya.
Hal yang sama disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga mengatakan dalam ajaran Islam tidak diperkenankan mengangkat boneka sebagai anak.
"Mengangkat anak pada boneka juga tidak boleh. Kecuali boneka biasa untuk kesukaan," jelas Dadang.
Baca Juga: Family Time, Ini 6 Rekomendasi Tayangan Netflix untuk Keluarga
Seperti diketahui, sejumlah selebritis diketahui mengadopsi boneka arwah.
Beberapa selebritis yang diketahui mengadopsi boneka arwah salah satunya ialah Ivan Gunawan.
Ivan Gunawan sampai memperlakukan boneka arwah seperti anaknya sendiri.
Boneka arwah tersebut diperlakukan seperti layaknya bayi yang hidup. Ivan Gunawan sampai membelikan stroller dan mengajak boneka arwah tersebut berjalan-jalan.

Share this article
Ketua Umum Pimpinan Pusat Fatayat Nadhlatul Ulama, Anggia Ermarini, menilai tren merawat boneka arwah tersebut termasuk musyrik.