JAKARTA, AYOJAKARTA.COM-- Arkeolog Universitas Indonesia Yunus Satrio memandang temuan jalur trem pada proyek MRT menjadi bukti kekajayaan sejarah Jakarta pada masa lampau.
Menurutnya, jika temuan jalur trem yang diduga dibangunan sejak 1869 itu benar maka rel yang menuju Stasiun Kota Tua itu merupakan yang tertua di Indonesia.
Yunus menyebut, rel yang sudah ditimbun aspal itu jangan sampai dihapus, sebaiknya telah menjadi temuan menarik.
"Beberapa pekan lalu, saya ke lapangan dan menemukan rel ini. Semua kondisi baik, jadi sangat mungkin di-dismantle dan dipindahkan," jelas Yunus seperti dilansir dari Republika-jaringan Ayojakarta.com, Selasa (28/12).
Baca Juga: KAI Commuter Uji Coba Kartu Multitrip Terintegrasi TJ, MRT, LRT
Walaupun ke depannya ada pemugaran antara MRT dan Pemprov DKI, lanjut Yunus, pihaknya bisa saja mendukung opsi tersebut. Terlebih, ketika cagar itu justru akan diselamatkan dari kerusakan.
"Saya juga sarankan dipindah sementara dan akan dikonservasi, kita putuskan lagi nanti. Tim arkeologi masih akan membantu juga," imbuh Yunus.
Adapun foto temuan jalur trem itu viral di media sosial. Penggalian yang dilakukan pekerja untuk pembangunan MRT Jakarta Fase 2A Glodok-Kota menemukan rel trem yang tertimbun aspal.
Lokasinya tepat di samping Pantjoran Tea House, Glodok, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.
Adapun trem di Jakarta dihapus pada era Presiden Sukarno, dengan alasan tidak cocok sebagai transportasi kota besar dan ada pula sentimen warisan Belanda.
Baca Juga: Perubahan Jam Operasional MRT Jakarta di Masa PPKM Level 1
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta Iwan Hendri menyambut baik temuan itu.
Apalagi, MRT Jakarta sedang berupaya membangun transportasi pada masa kini. Pun trem yang ditemukan juga dalam kondisi baik.
"Kami mewakili Pemprov DKI mengucapkan terima kasih kepada MRT," sambung Iwan.
Sebelumnya diberitakan Ayojakarta.com, Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim menjelaskan, jalur trem sebenarnya sudah ditemukan pekerja di kawasan Jakarta Utara pada Agustus 2021.
Baca Juga: MRT Jakarta Terima Gold Champion Tourism and Creative Campaign Award 2021
Terbaru, kata dia, pekerja kontraktor kembali menemukan jalur trem saat melakukan tes tanah untuk pembangunan MRT Fase 2 Glodok-Kota.
"Terakhir, juga ditemukan di kedalaman antara 15-110 sentimeter, dan ditemukan di Desember ini," kata Silvy.

Share this article
Jika temuan jalur trem yang diduga dibangunan sejak 1869 itu benar maka rel yang menuju Stasiun Kota Tua itu merupakan yang tertua.