AYOJAKARTA.COM -- Jakarta yang dikenal sebagai ibu kota Indonesia ternyata memiliki sejarah panjang yang dimulai dari sebuah pelabuhan bernama Sunda Kelapa.
Dikutip ayojakarta.com melalui akun YouTube WOWPEDIA, sejarah singkat kota Jakarta sebelum jadi Ibu Kota sangat menarik untuk kita bahas.
Ibu Kota Jakarta pada waktu itu, Sunda Kelapa merupakan pusat perdagangan yang dikuasai oleh kerajaan Hindu Pajajaran.
Keberadaan pelabuhan ini menarik perhatian bangsa Portugis yang ingin membangun benteng di dekat muara Sungai Ciliwung pada tahun 1552.
Namun, ketika mereka datang kembali pada 1527, kekuasaan Sunda Kelapa telah beralih ke Pangeran Fatahillah.
Perubahan kekuasaan ini mengakibatkan pertempuran antara Portugis dan Fatahillah yang berujung pada kemenangan Fatahillah dan pengubahan nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta.
Jayakarta berkembang pesat sebagai pusat perdagangan, menarik banyak pedagang dari berbagai negara seperti Belanda, Inggris, dan Portugis.
Perkembangan ini menjadikan Jayakarta sebagai tempat bertemunya kapal-kapal dagang dari seluruh dunia untuk bertukar komoditas.
Pada tahun 1619, Belanda mengambil alih Jayakarta dan mengubah namanya menjadi Batavia.
Dengan diambil alih oleh Belanda, hal tersebut menjadikannya pusat kekuasaan mereka di Indonesia.
Di bawah kepemimpinan VOC, Batavia dirancang menyerupai kota-kota di Belanda dengan kanal-kanal yang memisahkan blok-blok kota.
Baca Juga: Jumlah Penduduk Miskin di Jakarta Utara Lebih dari 125 Ribu Jiwa, Benarkah?
Meskipun inovasi ini dikritik karena menyebabkan masalah sanitasi, Batavia tetap menjadi pusat pemerintahan Belanda selama hampir tiga abad hingga 1942.
Setelah Belanda menyerah kepada Jepang pada tahun 1942, Batavia berubah nama menjadi Jakarta Tokubetsushi.
Nama Jakarta Tokubetsushi ini mengacu pada keanekaragaman etnis yang ada di kota ini.
Namun, masa pendudukan Jepang tidak berlangsung lama, pada 17 Agustus 1945 Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya.
Baca Juga: Tempat Bengong di Jakarta Timur yang Belum Banyak Orang Tahu, Masuknya Gratis!
Jakarta resmi diakui sebagai ibu kota Republik Indonesia, dengan nama baru Jakarta.
Sejak 30 Desember 1949, tidak ada lagi sebutan Batavia dan Jakarta diresmikan sebagai nama yang sah pada 22 Juni 1956 saat Gubernur Soemarno sosroatmodjo memimpin kota tersebut.
Monumen Fatahillah berdiri sebagai simbol kemenangan dalam mengusir Portugis dari Sunda Kelapa, menandai babak baru dalam sejarah Jakarta sebagai ibu kota negara.***

Share this article
Jakarta yang dikenal sebagai ibu kota Indonesia ternyata memiliki sejarah panjang yang dimulai dari sebuah pelabuhan bernama Sunda Kelapa.