AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan jika pertumbuhan ekonomi di ibu kota kini tumbuh stabil.
Pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan ketiga 2025 bahkan mencapai 4,96 persen.
Pramono mengatakan angka tersebut didukung oleh inflasi yang terkendali sebesar 2,69 persen.
Hal ini menunjukan harga barang dan jasa di Jakarta relatif terkendali dan stabilitas pasokan terjaga.
Bukan hanya perekonomian saja yang meningkat, di Jakarta angka pengangguran juga mengalami penurunan.
Sejak Agustus 2025, angka pengangguran menurun menjadi 6,05 persen.
Sedangkan untuk kinerja investasi naik signifikan menjadi Rp204,13 triliun.
Pramono mengungkap, kindisi ini menunjukkan jika adanya kepercayaan para pelaku usaha kepada Pemprov DKI.
Selain itu, realisasi APBD hingga 20 November 2025 menunjukkan tren positif dengan APBD DKI sebesar Rp91,86 triliun.
Baca Juga: Founder BOBIBOS Pernah Kembangkan Inovasi 'Kompor Pulsa', tapi Diputuskan Mandek karena Alasan Ini
Kemudian untuk pendapatan daerah mengalami kenaikan dari Rp62,39 triliun pada Oktober menjadi Rp68,53 triliun pada November.
Pram juga memaparkan bahwa belanja daerah meningkat dari Rp47,96 triliun menjadi Rp51,98 triliun atau 60,46 persen dari target Rp85,97 triliun.
Untuk pembiayaan daerah ada Rp3,64 triliun, SiLPA naik dari Rp18,08 triliun jadi Rp20,09 triliun pada 20 Oktober 2025.
Dengan ini Pram optimistis, akan terjadi peningkatan realisasi belanja di akhir tahun dan Jakarta akan menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional.***

Share this article
Pramono mengatakan ekonomi Jakarta meningkat stabil dan angka pengangguran menurun.