AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melakukan penyesuaian operasional layanan transportasi publik seiring pembangunan infrastruktur strategis di kawasan Jakarta Barat.
Salah satunya adalah modifikasi lokasi Halte Transjakarta Kali Grogol arah selatan yang mulai diterapkan pada Minggu, 11 Januari 2026.
Penyesuaian ini dilakukan sebagai dampak dari progres pembangunan flyover Latumenten.
Dalam pengumumannya, Transjakarta menjelaskan bahwa Halte Kali Grogol arah Pinang Ranti dipindahkan ke halte temporer mulai 11 Januari 2026.
Sementara itu, arah Pluit telah lebih dulu melayani penumpang melalui halte temporer sejak 3 Januari 2026.
Bagi pengguna Transjakarta yang menuju Semanggi, Cawang, dan Pinang Ranti, halte temporer dapat ditemukan sekitar 100 meter di sisi utara dari halte eksisting.
Secara desain dan fasilitas, halte tersebut tidak jauh berbeda dari halte temporer yang telah beroperasi untuk arah utara.
Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan aktivitas konstruksi tidak mengganggu mobilitas warga pengguna layanan transportasi publik.
Pembangunan flyover Latumenten sendiri telah memasuki tahap pengeboran fondasi borepile, pekerjaan detour lanjutan, serta perapian drainase hearth.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan bahwa rencananya “di pekan ini akan dilaksanakan sejumlah kegiatan antara lain pengeboran fondasi borepile, pekerjaan detour lanjutan dan perapian drainase”.
Menurut Siti, proyek senilai Rp494 miliar tersebut telah memasuki pekan ke-12 sejak dimulai pada 24 Oktober 2025.
Pemerintah menargetkan keseluruhan proses konstruksi berlangsung selama 418 hari.
Beberapa fase awal seperti investigasi tanah, perencanaan geometrik, hingga pengecoran jalan akses telah rampung lebih dulu.
Dalam penjelasan sebelumnya, Kepala Sub Kelompok Perencanaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Mahendra, menyebut flyover Latumenten akan membentang sepanjang 380 meter dari sisi selatan hingga sisi utara Stasiun Grogol.
Nantinya, Jalan Latumenten dirancang hanya menjadi akses kendaraan umum seperti Transjakarta, Jaklingko, hingga kereta Commuter Line.
Sementara kendaraan pribadi akan diarahkan melintas melalui flyover yang sedang dibangun.
Tidak hanya itu, Pemprov DKI juga merencanakan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan konsep skywalk berbayar.
Fasilitas ini akan memudahkan mobilitas pejalan kaki, serupa skywalk yang telah dioperasikan di kawasan Bundaran HI.
Dengan berbagai kegiatan konstruksi yang sedang berlangsung, pengguna transportasi publik di kawasan Grogol perlu menyesuaikan rute serta titik naik-turun selama masa pembangunan.
Pemerintah berharap penataan ini akan meningkatkan konektivitas dan kapasitas angkutan umum di wilayah Jakarta Barat setelah proyek rampung.***

Share this article
Halte Transjakarta Kali Grogol arah selatan dipindah ke halte temporer mulai 11 Januari 2026 akibat pembangunan flyover Latumenten. Proyek Rp494 miliar ini ditargetkan 418 hari dan akan mengubah pola