AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku galau soal penamaan jembatan penyeberangan orang atau JPO yang akan menghubungkan Jakarta International Stadium (JIS) dengan kawasan wisata Ancol.
Menurutnya, banyak kepentingan yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur JPO JIS-Ancol tersebut.
JPO penghubung JIS–Ancol ini dirancang bukan sekadar sebagai sarana penyeberangan, melainkan juga sebagai bagian dari penataan kawasan terpadu.
Karena itu, nama yang dipilih harus memiliki makna kuat dan dapat diterima oleh masyarakat luas.
Baca Juga: Pramono Targetkan Normalisasi Kali Cakung Lama Selesai Tahun 2027
Seperti diketahui, Pramono telah melakukan groundbreaking JPO tersebut pada Minggu (25/1/2026).
JPO yang memiliki panjang 466 meter ini dibangun dari hasil bekerja sama dengan BTN.
Pramono menargetkan pembangunan JPO bisa rampung pada Mei 2026.
Ke depan, dengan adanya JPO ini diharapkan kawasan JIS dan Ancol dapat dimanfaatkan secara maksimal, khususnya dalam rangka perayaan HUT Jakarta pada Juni mendatang.
Di sisi lain, Pram menilaipersoalan utama dalam pembangunan JPO datang dari ego sektoral masing-masing pihak.
Baca Juga: Memasuki Akhir Januari 2026, Cara Cek Status Penerima Bansos PKH-BPNT Tahap 1 Klik di Sini!
"Dari awal ketika saya mengetahui ini, saya memang langsung ingin menyambungkan. Dan ternyata problem yang paling utama untuk membuat JPO atau Jembatan ini adalah ego sektoral yang berlebihan," ujar Pramono.
Ia menjelaskan pembangunan jembatan sejatinya tidak terlalu sulit secara teknis, tapi prosesnya memang membutuhkan komunikasi intensif dengan berbagai pihak.
Termasuk Ancol, BTN, dan JakPro, agar proyek ini bisa terealisasi dengan baik.
Beberapa opsi nama sudah muncul, mulai JPO Ancol, JPO BTN, hingga JPO JIS.
"Untung saya bicara dengan Ancol, bicara dengan BTN, bicara dengan JakPro. Akhirnya bertemulah. Itu pun masih belum segera bisa dimulai. Termasuk namanya pun mau JPO, Ancol, BTN, JIS. Saya bilang nggak enak banget," ungkapnya.
Baca Juga: Gubernur Pramono Anung Ogah Pakai Buzzer Dalam Komunikasi Publik
Pram kemudian memunculkan ide nama yakni JPO Bersama BTN.
Namun, setelah dirinya diskusi dengan Wagub DKI Jakarta Rano Karno muncul kegalauan lagi.
"Tadi ketika saya duduk, saya ngobrol-ngobrol sama Pak Wagub, saya jadi galau. Karena dibilang galau sama Pak Dirut. Galaunya adalah, jangan-jangan JPO sudah dibuatkan bagus, di sini berkembang seperti yang disampaikan Pak Dirut BTN," cetusnya.
Kendati demikian, Pram yakin JPO ini nantinya akan menjadi ikon baru di Jakarta.***
Share this article
Beberapa opsi nama sudah muncul, mulai JPO Ancol, JPO BTN, hingga JPO JIS, Pramono Anung akui masih galau.