AYOJAKARTA.COM- Upaya memastikan stabilitas harga dan stok pangan, Pemprov DKI Jakarta Impor Sapi Asal Australia.
Kedatangan sapi impor asal Australia ini ditinjau secara langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung pada Senin, 23 Februari 2025.
Pramono menyampaikan, pada tahap awal ini pengiriman dilakukan sebanyak 3.139 ekor dari total target 7.500 ekor.
"Pada hari ini secara resmi, Pemerintah DKI Jakarta melalui Dharma Jaya mengimpor sapi dari Australia yang per hari ini sudah masuk kurang lebih 3.100 dari 7.500 yang direncanakan," ujar Pramono.
Baca Juga: Update! 23 Korban Kecelakaan 2 Bus Transjakarta: Sudah Kembali ke Rumah Masing-masing
Impor sapi dari Australia ini dilakukan setelah 28 tahun lamanya melalui BUMD Dharma Jaya.
Pramono menekankan kerja sama ini terwujud dengan adanya hubungan sister city antara Jakarta dengan beberapa kota di Australia.
Dengan adanya impor sapi ini, ia meyakini pasokan dan harga daging di Jakarta akan terjaga di tengah lonjakan permintaan masyarakat, sekaligus untuk mengendalikan inflasi.
Pramono menjelaskan, faktor utama inflasi di Jakarta yakni saat menyambut Ramadan dan Idulfitri, terutama pada komoditas daging, cabai, dan beras.
"Tapi Alhamdulillah tiga yang utama ini (daging, cabai, beras) mudah-mudahan di Jakarta tidak mengalami kenaikan yang signifikan," katanya.
Selain pemenuhan stok jangka pendek, Pemprov DKI juga tengah menyiapkan langkah strategis untuk ketahanan pangan jangka menengah.
Baca Juga: Samsung Galaxy Watch 9 Siap Rilis Juli 2026, Benarkah Bisa Dipakai Cek Gula Darah Tanpa Jarum?
Dharma Jaya berencana mengelola lahan di Ciangir, Banten sebagai pusat penyediaan pakan dan penggemukan sapi secara mandiri.
"Mereka ingin mengelola tempat untuk rumput, supaya bisa dipakai untuk penggemukan sapi-sapi yang ada, tempatnya di Ciangir. Kami akan memproses untuk itu," kata Pramono.
Direktur Utama Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman menambahkan, saat ini kondisi stok daging di Jakarta masih tersedia sebanyak 1.000 ton. Sedangkan stok sapi hidup yang tersedia di Dharma Jaya saat ini sekitar 1.500 ekor.
"Memang kalau untuk yang ini, saat ini kan kita turun 590 ekor, tapi stok di tempat kita itu sekarang ada 1.500-an. Jadi, itulah yang akan kita gunakan untuk Ramadan ini," jelasnya.
Sekadar diketahui, kebutuhan daging sapi atau kerbau per hari di Jakarta mencapai sekitar 65 ton.
Kebutuhan komoditas ini biasanya mengalami kenaikan signifikan pada saat hari besar keagamaan, termasuk Ramadan dan lebaran sekitar empat persen.***

Share this article
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau kedatangan sapi impor asal Australia di Dermaga 101 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (23/2).