AYOJAKARTA.COM - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk berperan aktif membantu pengelolaan sampah dengan cara mengurangi timbulan sampah dari sumbernya.
Langkah ini dinilai penting guna mengurangi beban TPST Bantargebang yang selama ini menampung sampah dari wilayah Jakarta.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswato mengatakan, upaya pengurangan sampah di sumber adalah bagian penting dari strategi jangka panjang pengelolaan sampah Jakarta.
"Sekaligus untuk mengurangi beban timbunan yang masuk ke tempat pemrosesan akhir setiap hari," ujar Asep.
Baca Juga: Pastikan Keamanan Pangan, Sudin KPKP Jakpus Uji Sampel di Lima Pasar, Ini Hasilnya
Menurutnya, jika warga semakin aktif memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya,
maka sistem pengelolaan sampah Jakarta akan semakin berkelanjutan.
Terlebih saat TPST Bantargebang mengalami longsor pada Minggu (8/3).
Peristiwa tersebut seakan menjadi pengingat betapa pentingnya untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya.
Setiap hari, ribuan ton sampah dari Jakarta berakhir di Bantargebang.
Semakin banyak sampah yang dikirim, semakin besar pula beban yang harus ditanggung.
Apa Itu Pengurangan Sampah dari Sumber?
Pengurangan sampah dari sumber merupakan langkah mengelola sampah sejak dari tempat sampah itu dihasilkan.
Sampah mayoritas berasal dari rumah tangga, perkantoran, kawasan, permukiman, dan tempat usaha.
Baca Juga: Ramadan Hari ke 24, Berikut Jadwal Imsakiyah dan Salat di Wilayah DKI Jakarta, Sabtu 14 Maret 2026
Dinas LH mengatakan meski teknologi membantu, seperti Pemprov DKI yang mengembangkan fasilitas pengolahan sampah modern seperti RDF Plant.
Namun, teknologi saja tidak cukup, sebab partisipasi masyarakat tetap jadi kunci utama pengelolaan sampah kota.***
Share this article
Kepala DLH DKI mengatakan upaya pengurangan sampah di sumber adalah bagian penting dari strategi jangka panjang pengelolaan sampah Jakarta.