AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta pinjamkan lahan seluas lima hektare di Terminal Tanah Merdeka kepada PT Pelindo, sebagai kawasan penyangga atau buffer area untuk kendaraan logistik.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan langkah ini dilakukan agar kendaraan tidak menumpuk di badan jalan, sehingga arus lalu lintas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok kembali lancar.
Selain itu Pramono tidak ingin mengulang kemacetan parah seperti tahun lalu, akibat lonjakan aktivitas pelabuhan yang tidak dibarengi dengan ketersediaan ruang parkir yang memadai.
Baca Juga: Solusi Jangka Panjang, Pramono Anung Pastikan Pembangunan 3 PLTSa Kurangi Beban TPST Bantargebang
"Kami bekerja sama dan Pemerintah DKI Jakarta memberikan ruang kepada Pelindo kurang lebih 5 hektare di Terminal Tanah Merdeka untuk tempat parkirnya supaya tidak seperti yang lalu," jelas Pramono saat memberikan keterangan pers di Balai Kota DKI Jakarta yang dikutip ayojakarta.com pada Rabu, 1 April 2026.
Lahan tersebut mampu menampung sekitar 200 kendaraan kontainer, sehingga truk-truk tidak lagi mengantre dan menumpuk di badan jalan yang selama ini menjadi titik kemacetan di Jakarta Utara.
"Dan alhamdulillah sampai hari ini, sampai sekarang ini setelah lebaran Idulfitri, aktivitas di Tanjung Priok berjalan dengan baik dan normal," lanjutnya.
Baca Juga: BGN Bocoran Menu Program MBG untuk di Wilayah 3T, Jenis Makan yang Mudah Disimpan
Menurut Pramono, Pemprov DKI pun menggratiskan retribusi penggunaan lahan tersebut selama satu minggu, terhitung mulai 30 Maret 2026. Sedangkan estimasi pembebasan retribusi selama masa tersebut sebesar Rp150-200 juta.
"Kami juga menggratiskan kepada Pelindo karena memang biaya kalau kemudian harus ada kemacetan yang seperti tahun lalu itu cost-nya terlalu tinggi sekali," kata dia.***

Share this article
Pemprov DKI Jakarta pinjamkan lahan seluas lima hektare di Terminal Tanah Merdeka kepada PT Pelindo, sebagai kawasan penyangga atau buffer area untuk kendaraan logistik.