AYOJAKARTA.COM — Debat perdana Pilgub Jakarta yang berlangsung di JIExpo Kemayoran pada Minggu, 6 Oktober 2024 kemarin, menghadirkan sejumlah momen mengejutkan.
Salah satunya terjadi pada sesi debat keempat saat pasangan calon diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait sebuah isu kepada pasangan lainnya.
Dalam sesi tersebut, cagub nomor urut 1 Ridwan Kamil menanyakan tentang isu pandemi Covid-19 kepada cagub nomor urut 2 Dharma Pongrekun.
Pada momen itulah, Dharma Pongrekun mengeluarkan pernyataan yang cukup menarik perhatian dan sorotan.
Secara blak-blakan, Dharma mengklaim bahwa pandemi Covid adalah bagian dari agenda asing yang tersembunyi untuk mengambil alih kedaulatan masyarakat.
"Saya paham betul tentang pandemi. Ini adalah agenda terselubung dari asing," tegas Dharma dengan nada meyakinkan, dikutip dari akun YouTube METRO TV, Senin, 7 Oktober 2024.
Dharma juga mengungkap keresahannya mengenai narasi umum soal Covid yang selama ini diterima masyarakat.
"Begitu rapuhnya bangsa ini sampai harus mengikuti istilah asing. Kenapa bukan Taufik? Kenapa mengikuti Covid?" imbuhnya.
Lebih lanjut, ia juga meragukan efektivitas tes swab antigen dan PCR. Dharma menyebut bahwa kedua metode tersebut hanya berfungsi untuk memeriksa asidosis tubuh, bukan untuk mendeteksi virus penyebab Covid-19.
Sebagai calon pemimpin, Dharma pun menyoroti dampak pandemi yang menurutnya jangan sampai membuat ekonomi hancur.
"Jangan gara-gara pandemi, ekonomi hancur, masyarakat terbiasa online, UMKM hancur, dan rakyat ditakut-takuti," ujarnya dengan penekanan yang kuat.
Berbagai pernyataan Dharma itu memicu berbagai reaksi di kalangan masyarakat.
Hingga saat ini, momen debat perdana Pilgub tersebut juga menjadi topik hangat yang banyak dibicarakan di berbagai platform media sosial.***

Share this article
Dharma mengklaim bahwa pandemi Covid adalah bagian dari agenda asing yang tersembunyi untuk mengambil alih kedaulatan masyarakat.