AYOJAKARTA.COM – Kasus Monkeypox atau Mpox di Indonesia khususnya di Jakarta hingga kini masih menjadi perhatian.
Kewaspadaan akan bahaya Mpox masih terus dilakukan guna mencegah penyebaran virus lebih lanjut.
Saat ini, di Indonesia tercatat ada 88 kasus Mpox yang terkonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan.
Dikutip ayojakarta.com dari dinkes.jakarta.go.id pada Rabu (4/9/2024), berdasarkan data yang diperoleh terdapat 59 kasus Mpox di Jakarta periode 13 Agustus 2023 hingga 19 Agustus 2024.
Mengacu pada data persebaran kasus Mpox di Jakarta tahun 2024, diketahui terdapat 11 kasus yang tercatat.
Sebanyak 11 kasus Mpox di Jakarta tersebar di delapan kecamatan meliputi Ciracas, Grogol Petamburan, Jatinegara, Kebon Jeruk, Matraman, Pasar Minggu, Tanah Abang dan Tanjung Priok.
Dari jumlah orang yang terinfeksi Mpox diketahui mereka berada pada usia 21-50 tahun.
Secara rinci pada Januari 2024 lalu, tercatat ada enam kasus Mpox yang tercatat disusul tiga kasus pada Februari 2024.
Baca Juga: Ada 88 Kasus Mpox di Indonesia, Bisakah Masyarakat Vaksin Cacar Monyet? Begini Kata Kemenkes
Tak berhenti di situ, pada Mei dan Juni 2024 masing-masing tercatat satu kasus Mpox, tetapi terjadi di luar Jakarta.
Dinas Kesehatan DKI Jakarta sudah menjalankan sistem cegah tangkal terhadap Mpox meliputi promosi kesehatan terkait pencegahan dan penularannya, pelaporan penemuan kasus melalui Puskesmas dan rumah sakit hingga studi kasus kontrol yang memberikan rekomendasi penanganan.
Dari hasil studi tersebut diketahui ada beberapa kelompok masyarakat yang rentan terpapar Mpox.
Kelompok yang rentan terhadap Mpox terdiri dari laki-laki berusia 20-40 tahun yang bekerja di luar rumah, memiliki orientasi seksual biseksual dan homoseksual hingga penderita IMS atau HIV.
Adapun kelompok tersebut diutamakan dalam program edukasi dan promosi kesehatan terkait Mpox.
Untuk memberikan perlindungan terpapar Mpox, masyarakat bisa saja melakukan vaksin.
Akan tetapi, saat ini pemberian vaksin massal belum dilakukan karena diutamakan untuk kelompok berisiko tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan vaksin Mpox telah diberikan kepada 495 orang dari kelompok risiko tinggi.
“Sebanyak 495 orang telah menerima dosis pertama vaksin, sementara 430 orang telah menerima dosis kedua. Masih tersisa 42 vial vaksin yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan,” kata Ani Ruspitawati.
Ani menyebut dengan berbagai langkah yang dilakukan pihaknya, diharapkan mampu meminimalisasi kasus Mpox di Jakarta.
Masyarakat dihimbau tetap waspada dan berperan aktif dalam pencegahan penularan Mpox.***
Share this article
Inilah kelompok yang rentan tertular Mpox berdasarkan hasil studi Dinkes DKI Jakarta, kamu termasuk?