AYOJAKARTA.COM – Pelaksanaan Pilkada Jakarta 2024, diprediksi sejumlah kalangan akan diwarnai oleh hadirnya tiga poros koalisi.
Selain Koalisi Indonesia Maju dan Perubahan, Pilkada Jakarta juga akan diramaikan oleh hadirnya Koalisi Poros Rakyat.
Wacana tentang adanya Koalisi Poros Rakyat dalam pelaksanaan Pilkada Jakarta, mencuat usai Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan pernyataannya.
Menjadi partai di urutan kedua setelah PKS sebagai pemegang kursi terbanyak di Jakarta, PDI P berencana akan mencalonkan kadernya sebagai peserta Pilkada 2024.
Selain itu, PDIP juga mengaku tidak pernah kekurangan figur calon pemimpin karena proses kaderisasi yang berkelanjutan.
“Kalau dulu ada poros tengah untuk mengganjal kepemimpinan Bu Mega, kita Poros Rakyat sajalah untuk bergerak menyerap aspirasi rakyat,” ungkap Hasto.
Terkait dengan pelaksanaan Pilkada Jakarta, PDIP mengaku sudah mempersiapkan sejumlah nama seperti Pramono Anum, Charles Honoris serta Andika Perkasa.
Baca Juga: Pendaftaran dan Pemilihan Sekolah di PPDB DKI Jakarta Hari Ini Terakhir untuk SD, SMP, SMA, dan SMK!
Lebih lanjut, Hasto menyebut tidak akan menjalin hubungan kerjasama dengan parpol lain jika berpotensi akan mendatangkan persoalan di akar rumput.
Namun demikian, PDIP mengaku akan terus membuka komunikasi dan kerjasama politik dengan seluruh partai.
Langkah tersebut, menurut Hasto penting dilakukan mengingat PDIP perlu lebih berhati-hati dalam membuat perhitungan dan kebijakan.
Terlebih karena Jakarta selain memiliki nilai historis juga merupakan zona sangat strategis bagi setiap partai.
Keinginan untuk memprioritaskan kader partai sebagai peserta Pilkada, menurut Hasto tidak memiliki kaitan dengan pencalonan Anies-Sohibul Iman.
“PDIP ini digelorakan oleh kader, sehingga skala prioritas utama adalah kader partai yang didorong, baru kemudian membuka ruang,” jelasnya.
Sehubungan dengan adanya wacana lahirnya tiga poros koalisi dalam Pilkada Jakarta, Pengamat Politik Ujang Komarudin memberi tanggapan.
Menurut Ujang, dinamika menjelang Pilkada pada November mendatang masih sangat cair sehingga banyak hal memungkinkan untuk bisa terjadi.
“Menurut saya paling banyak akan ada tiga poros, tetapi Head to Head juga sangat mungkin terjadi antara kubu Anies dengan kubu lain,” jelas Ujang.
Meski demikian, Ujang menambahkan sampai dengan hari ini masing-masing parpol masih saling berusaha untuk mendalami dan mempelajari kekuatan.
Karena itu, Ujang meyakini wacana hadirnya tiga poros dalam Pilkada Jakarta masih memungkinkan untuk dijalankan atau bahkan ditiadakan.
Wacana lahirnya poros ketiga saat Pilkada Jakarta mencuat usai PKS menetapkan pasangan Aman atau Anies-Sohibul Iman sebagai pasangan Cagub-Cawagub.
Sedangkan dari Koalisi Indonesia Maju, sosok Ridwan Kamil digadang akan menjadi pesaing pasangan Aman dalam ajang politik November mendatang.

Share this article
Wacana adanya Koalisi Poros Rakyat dalam pelaksanaan Pilkada Jakarta, mencuat usai Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberikan pernyataan.