AYOJAKARTA.COM - Mantan Jubir Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi memberikan tanggapannya terhadap jawaban mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam podcast Merry Riana mengenai pembubaran HTI dan FPI.
Ketika ditanya mengenai situasi FPI dan HTI, Anies Baswedan menyatakan enggan membahas hal tersebut secara mendalam.
Ia hanya mengajak publik untuk melihat rekam jejaknya di masa lalu di mana tidak pernah terjadi konflik antar kelompok di DKI Jakarta.
"Sederhana, bicara tentang masa depan, bicara masa lalu. Jadi kalau kita berikan asumsi-asumsi diulang-ulang akan jadi kebenaran. Saya ini udah kerja lima tahun, anda lihat sendiri deh, terjadi atau tidak?" ucap Anies Baswedan dikutip ayojakarta.com dari YouTube Merry Riana, Rabu (16/8/2023).
"Jadi saya selalu bilang kalau Anda ditanya yang sifatnya tentang masa depan jawablah dengan record yang dikerjakan masa lalu. Soalnya masa depan itu kita bisa ngarang kok. Kalau masa lalu nggak karena udah kejadian," lanjutnya.
Baca Juga: Kualitas Udara di Jakarta Kian Buruk, Anies Baswedan: Kok Bisa Situasi Itu Terjadi?
Mengenai hal tersebut, Dedek Prayudi yang dikenal sebagai Uki mengkritik sikap Anies Baswedan yang dianggap terlalu panjang lebar dalam menjawab.
Menurutnya, Anies Baswedan tidak memberikan jawaban yang ringkas dan sesuai dengan pertanyaan yang diajukan.
“Jawaban dari potongan video itu 2 menit lebih, 2 menit lebih adalah waktu yang sangat lama untuk menjawab pertanyaan merry, lagi-lagi bukan anies namanya kalau nggak muter-muter,” ucap Uki dikutip ayojakarta.com dari YouTube Cokro TV pada Rabu (16/8/2023).
“Sampai akhirnya orang nggak ngeh kalau esensi pertanyaannya nggak terjawab,” lanjutnya.
Baca Juga: Anggota DPR Komisi I dari Fraksi PDIP Ismail Thomas Jadi Tersangka Pemalsuan Dokumen
“Dengan kemampuan tata kata yang tinggi, bukan cuma orang nggak ngeh kalau pertanyaannya nggak terjawab, tapi mereka tersihir, wah keren banget ya jawabannya,” ucap Uki.
“Tapi itulah Anies Baswedan. Waktu ngomong soal Jakpreneur beliau juga bilang ‘Alhamdulillah target bukan cuma tercapai tapi terlampaui’, padahal di tengah jalan targetnya diotak-atik,” kata Uki.
“Ternyata, Anies mengubah definisi target dari jumlah wirausahawan cetakan Jakpreneur menjadi jumlah pendaftar Jakpreneur,” tutupnya.***

Share this article
Berikut ini tanggapan Dedek Prayudi atau Uki terkait jawaban Anies Baswedan soal pembubaran HTI dan FPI.