AYOJAKARTA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat ditanya oleh awak media terkait dengan kritikan terkait dengan subsidi mobil listrik.
Sebelumnya, sempat dilontarkan oleh bakal calon presiden yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan.
Terlihat enggan menjawab dan merespon pertanyaan tersebut, Jokowi hanya tersenyum dan menyudahi tanya jawab dengan awak media.
Hal tersebut terjadi usai menghadiri acara puncak Musyawarah Rakyat Indonesia (Musra) Relawan Jokowi di Istora Senayan, Jakarta Pusat pada Minggu, 15 Mei 2023.
Baca Juga: Soal Cawapres, Anies Baswedan Pernah Beri Kode Ini, Bisa Tebak Siapa Sosoknya?
Sebelumnya, dalam pidato politik Anies Baswedan di tengah-tengah pendukungnya, Anies Baswedan secara terang-terangan memberikan kritiknya soal subsidi mobil listrik.
Menurutnya, terkait dengan solusi permasalahan polusi udara bukan terletak di dalam subsidi untuk mobil listrik.
“Pemerintah harus memastikan bahwa sumber daya yang diberikan oleh pemerintah untuk rakyatnya adalah sumber daya yang tepat,” ujar Anies Baswedan, dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube KOMPASTV, Senin, 15 Mei 2023.
“Kita menghadapi tantangan lingkungan hidup itu menjadi kenyataan bagi kita, solusi menghadapi permasalahan lingkungan hidup apalagi soal polusi udara bukan terletak di dalam subsidi untuk mobil listrik,” sambungnya.
Menurutnya, pemilik-pemilik dari mobil listrik adalah mereka yang seharusnya tidak membutuhkan subsidi, maka dari itu dianggap tidak tepat sasaran.
“Yang pemilik-pemilik mobil listriknya adalah mereka-mereka yang tidak membutuhkan subsidi,” lanjutnya.
Dalam pidato politiknya, Anies Baswedan juga menyinggung soal emisi karbon mobil listrik perkapita per kilometer dinilai lebih tinggi daripada emisi karbon bus berbahan bakar minyak.
Hal ini dikarenakan bus bisa memuat lebih banyak orang sedangkan mobil hanya sedikit, apalagi menambah subsidi mobil listrik tidak akan menggantikan mobil lainnya.
Baca Juga: Deretan Nama di Bursa Cawapres 2024, Siapa Cawapres Anies Baswedan?
Melainkan akan menambah jumlah mobil di jalan sehingga nantinya akan menambahkan kemacetan di jalanan.
“Kenapa itu bisa terjadi? Karena bus memuat orang banyak, sedangkan mobil memuat orang sedikit,” kata Anies Baswedan.
“Ditambah lagi ketika kendaraan pribadi berbasis listrik, dia tidak akan menggantikan mobil di dalam garasi. Dia akan menambah mobil di jalan, menambah kemacetan di jalan,” sambungnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengingatkan bahwa yang seharusnya didorong ke depan terkait dengan demokratisasi sumber daya.
Baca Juga: Bibit Unggul! Bakal Capres Anies Baswedan Bukan Sosok Sembarangan, Ini Prestasinya
Seharusnya, kata dia, mengarahkan agar sumber daya yang dimiliki oleh negara diberikan melalui sektor-sektor yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, bukan hanya semata-mata untuk mendapatkan perhatian dalam masyarakat apalagi di media sosial.
Maka dari itu dirinya lebih mendorong kendaraan listrik seperti kendaraan umum berbasis listrik untuk bisa diproduksi secara masal bukan malah kendaraan pribadi.***

Share this article
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat ditanya oleh awak media terkait dengan kritikan Anies Baswedan terkait dengan subsidi mobil listrik.