AYOJAKARTA.COM – Kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy Satrio masih terus menyita perhatian publik.
Tindakan tak terpuji yang dilakukan oleh putra dari pejabat kaya tersebut mengundang keprihatinan dari banyak pihak.
Kini Mario Dandy Satrio beserta satu temannya telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan terhadap David putra petinggi GP Ansor tersebut.
Namun kemunculan Mario Dandy Satrio saat diumumkan penetapannya sebagai tersangka justru membuat publik heboh.
Pasalnya ekspresi Mario Dandy Satrio justru dinilai tak menunjukkan rasa bersalah sama sekali meskipun telah menganiaya korban hingga koma.
Atas tanggapan publik tersebut, Pakar Mikro Ekspresi Monica Kumalasari menuturkan hasil analisanya terhadap ekspresi Mario Dandy tersebut.
Dikutip AyoJakarta.com dari Youtube Tv One pada Sabtu, (25/2/23), Monica Kumalasari awalnya mengomentari ekspresi serta gesture dari tersangka Shane yang merupakan teman Mario Dandy Satrio.
Menurut analisanya, sosok tersangka Shane ini memiliki ekspresi yang berbeda jauh dengan Mario Dandy.
Gesture dari tersangka Shane lebih menunjukkan bahwa ia merasa sangat malu dan tak ingin publik mengenalinya.
“Nah ini beda (S), dari segi gesture atau si postur ini sudah menunjukkan rasa malu rasa bersalah seperti itu sehingga kepalanya pun tunduknya ini sampai dengan berapa 90 derajat sehingga tidak bisa melihat sama sekali,” jelas Monica Kumalasari.
“Dari postur tubuhnya juga membungkuk seolah-olah seseorang tersebut memang malu atas kelakuannya tidak ingin juga publik untuk melihat dia.,” lanjutnya.
Namun saat menganalisa gesture serta ekspresi tersangka Mario Dandy Satrio, pakar mikro ekspresi tersebut mengungkapkan hal yang mengejutkan.
“Nah sementara kalau kita lihat dari Mario gitu ya, ini kalau kita lihat dari gesturenya juga tubuh masih tegap,” jelas Monica Kumalasari.
Monica mengatakan jika gesture serta ekspresi dari Mario Dandy terlihat flat atau datar namun memperlihatkan sesuatu yang sangat konsisten.
“Kita boleh mengatakan oh memang gesture-nya orang ini gagah tetapi kalau didukung dengan ekspresi diwajah ini semua flat terus kemudian kalau kita lihat seseorang itu tidak ada stimulus untuk merespon dari wajahnya,” ungkap Monica.
Lebih lanjut ia menuturkan, “Maka paling tidak walaupun wajahnya tegap dia akan matanya melihat ke bawah tetapi dia masih bisa melihat ke sekeliling artinya kalaupun suara yang dikeluarkan saya tidak takut gitu ya ternyata ini masih konsisten.”
Baca Juga: Penting! Ini Jadwal Serta Arah Ganjil Genap Kawasan Puncak Bogor Minggu 26 Februari 2023
Monica Kumalasari kemudian kembali menyinggung soal video penganiayaan David yang viral, dimana dalam video tersebut terdengar seperti suara Mario yang mengatakan jika dirinya tak takut membuat anak orang meninggal.
“Ya kan kalau dia mengatakan saya tidak takut pada saat di video yang belum kita konfirmasi, kalau ternyata itu benar ini pun juga menunjukkan kalau saya tidak takut,” ungkap Monica.
“Nah tidak takut ini apakah karena selama ini polanya pengasuhannya selalu ada backup dari orang tuanya,” imbuhnya.
***

Share this article
Namun saat menganalisa gesture serta ekspresi tersangka Mario Dandy Satrio, pakar mikro ekspresi tersebut mengungkapkan hal yang mengejutkan