AYOJAKARTA.COM - Pasca dijatuhi hukuman 1,5 tahun penjara, nasib Richard Eliezer atau Bharada E dipertanyakan.
Mengingat status dirinya sebagai Justice Collaborator (JC) dalam kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat sangatlah penting.
Eliezer disebut sebagai pembuka kotak pandora pada kasus ini.
Diketahui sidang kode etik akan diselenggarakan oleh Divisi Propam Polri atas perintah dari Kapolri, Listyo Sigit.
Baca Juga: Hasil Liga Inggris Pekan 24: MU Libas Leicester City di Old Trafford, Rashford Cetak Brace
Sidang tersebut akan dihadiri juga oleh Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional).
Sebagi informasi Kompolnas adalah sebuh lembaga kepolisian nasional di Indonesia yang berkedudukan dibawah dan bertanggung jawab pada Presiden RI.
Nantinya Kompolnas juga akan hadir dalam sidang kode etik Richard Eliezer .
Dikutip ayojakarta.com dari kanal Youtube Kompas TV, Benny Mamoto, Kepala Harian Kompolnas mengungkapkan hal yang nantinya bisa menjadi bahan pertimbangan dalam sidang kode etik Eliezer.
Baca Juga: Mahfud MD: Ferdy Sambo Tidak Akan Dihukum Mati! Apa Alasannya?
Benny menjelaskan kontribusi Eliezer dalam membuka kasus ini sangatlah besar.
Keberaniannya dan konsistensinya mengungkapkan fakta yang sebenarnya dalam kasus ini sangat penting.
Kejujuran eliezer di persidangan adalah poin positif dalam kode etik, apabila dibandingkan dengan para terdakwa lain.
“Keberanian dia untuk mengungkap fakta yang sebenarnya ini tentunya akan menjadi bahan pertimbangan, dalam pengadilan akan meringankan dan juga dalam sidang etik juga akan menjadi pertimbangan,”jelas Benny.
“Komitmen yang bersangkutan dalm membantu dalam penegakan hukum ini juga sudah terbukti,” sambungnya.
Benny mengatakan tanpa adanya konstribusi Eliezer kasus ini mungkin hanya akan berhenti pada kasus tembak menembak antar polisi.
Seperti yang sudah diskenariokan Ferdy Sambo sejak awal kasus ini terungkap.
Meskipun begitu, Benny tidak ingin mendahului keputusan sidang kode etik apakah Eliezer akan kembali berseragam polisi atau tidak.
“Kami tidak akan mendahului keputusan dari KKIP, tapi nanti dalam proses persidangan Kampolnas akan hadir dan mencermati apakah keputusan sidang kode etik sudah sesuai dengan ketentuan,” pungkasnya.***

Share this article
Benny Mamoto, Kepala Harian Kampolnas mengungkapkan hal yang nantinya bisa menjadi bahan pertimbangan dalam sidang kode etik Eliezer.