AYOJAKARTA.COM - Tak terasa sudah hampir 8 bulan lamanya Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat meninggalkan orang-orang terkasih. Anaka pasangan Samuel Hutabarat dan Rosti Simanjuntak pergi selamanya dengan sangat tragis.
Rosti Simanjuntak begitu merindukan sosok anaknya ini namun kini hanya dapat Ia rasakan di dalam mimpi. Dalam kehidupan sehari-hari Sang Ibu Rosti Simanjuntak masih selalu merasakan adanya Brigadir Yosua disekitarnya.
Kepergian Brigadir Yosua meninggalkan rasa sakit dan kenangan bagi keluarga yang amat membekas terutama dalam hati kedua orangtuanya pasalnya anak kedua dari empat bersaudara itu meninggal mengenaskan dalam tangan Atasannya sendiri yaitu Ferdy Sambo.
Baca Juga: Benarkah BRI Bagikan Subsidi Pengentasan Kemiskinan dari Pemerintah Sebesar Rp5 Juta? Cek Faktanya
Dikutip dari Youtube CNN Indonesia saat menemui Orangtua Brigadir Yosua tampak Sang Ibu Rosti Simanjuntak terlihat haru menahan kerinduan kepada anak tercintanya Brigadir Yosua saat memegang foto Brigadir Yosua.
“ Dia memang dua cita-citanya tuh, Dia mau jadi pelayan jadi hamba Tuhan dan nanti kalau lulus aku juga akan menjadi pelayan di kepolisian “ ungkap Rosti Simanjuntak yang mengatakan dua Cita-cita Brigadir Yosua.
Sambil melihat foto masa kecil Brigadir Yosua atau biasa disapa Abang ini begitu terlihat kesedihan yang amat sangat dalam dari wajah Sang Ibu Rosti Simanjuntak.
Baca Juga: Sandiaga Uno Jawab Jujur Saat Ditanya Pilih Prabowo atau Anies Baswedan: Saya Membela...
Rosti Simanjuntak menjelaskan jika Brigadir Yosua merupakan anak yang penurut, baik, jujur dan rajin belajar. Bahkan saat Mendiang hidup ikut prihatin dan rela membantu ke ladang untuk membantu perekonomian keluarga.
Brigadir Yosua juga memiliki kepribadian yang religious dimana Ia selalu rajin untuk beribadah dan menjadi pelayan saat ibadah di gereja. Selain menjadi polisi hal inilah yang membuat Ibunda Rosti Simanjuntak bangga terhadap Brigadir Yosua.
Keinginan Brigadir Yosua untuk menjadi Perwira tinggi kepolisian, menikah kemudian hidup Bersama-sama mengisi hari tua sang Ibu tak terwujudkan.
Keinginan Rosti Simanjuntak Ibunda Brigadir Yosua saat ini hanya berharap kepada Hakim agar memberikan hukuman seberat-beratnya bagi para terdakwa sebagai obat kehilangan anaknya.
Sosok yang tak akan pernah melupakan selain Ibunda ada ayah dari Brigadir Yosua yaitu Samuel Hutabarat apalagi dirinya orang yang pertama melihat jasad sang anak.
“ Saya lihat sendiri apalagi ketika saya buka peti jenazah melihat luka Yosua, Itu orang tidak ada Nurani yang menembak ko setega ini “ jelas Samuel Hutabarat.
Ayah dari Brigadir Yosua begitu terpukul dan marah namun Dirinya merupakan kepala rumah tangga yang harus menahan pilunya hati dengan tabah.
Jelang vonis dijatuhkan kedua orang tua Brigadir Yosua mengharapkan keadilan bagi para terdakwa sesuai dengan luka yang sudah mereka perbuat kepada keluarga Brigadir Yosua Hutabarat.***

Share this article
Sambil melihat foto masa kecil Brigadir Yosua atau biasa disapa Abang ini begitu terlihat kesedihan yang amat sangat dalam dari wajah ibunya