AYOJAKARTA.COM - Berita populer di AyoJakarta.com di antaranya membahas "kekaguman" Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi terhadap Richard Eliezer alias Bharada E.
Dia menyebut, baru pertama kali melihat adanya terdakwa di kasus pembunuhan yang mempunyai banyak idola.
Hal itu dia utarakan saat berbincang dengan aktivis Irma Hutabarat di kanal YouTube-nya. Berikut berita selengkapnya.
Baca Juga: Bela Richard Eliezer! Ini 5 Alasan Aliansi Akademisi Indonesia Berikan Empati kepada Terdakwa
Richard Eliezer Jadi Pengalaman Pertama Wakil Ketua LPSK Lihat Terdakwa Punya Banyak Idola
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu mengaku sepanjang kariernya baru kali ini melihat terdakwa pembunuhan yang menjadi idola.
Ya, dia menyinggung terdakwa kasus pembunuhan terhadap Brigadir J, Richard Eliezer alias Bharada E.
"Saya melihat suatu hal yang unik ya yang mungkin dalam sepanjang pengalaman saya. Saya belum pernah lihat ada tersangka atau terdakwa pembunuhan jadi idola. Bahwa cerita itu ada di negeri orang, kita pernah baca. Tetapi di Indonesia itu sepengetahuan saya itu yang pertama kali," kata Edwin Partogi.
Pasalnya, Richard Eliezer mempunyai banyak pendukung berkat kejujuran dan keberaniannya dalam mengungkap kasus pembunuhan berencana yang didalangi oleh mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo.
"Mereka bukan hanya hadir untuk menunjukkan kepedulian, simpati kepada Icad karena jujurnya, tapi yang menurut saya lebih luar biasa lagi mereka menunjukkan sayang. Kenapa? Kita kalau sayang kan ngasih hadiah ya. Hadiah untuk Icad itu banyak sekali," ucap Edwin Partogi.
Edwin Partogi menjelaskan, hadiah yang diberikan pendukung Richard Eliezer harus melalui LPSK terlebih dulu, mengingat statusnya sebagai justice collaborator.
Hadiah yang diberikan para pendukung berupa jam tangan, sepatu, batik, selimut, kemeja dan lainnya yang menunjukkan rasa sayang publik kepada Richard Eliezer.
Selanjutnya, tuntutan 12 tahun penjara yang diterima Richard Eliezer membuat LPSK dan penasihat hukumnya terkejut.
Edwin Partogi mengatakan bahwa mantan ajudan Ferdy Sambo ini merupakan sosok yang matang karena mampu mengendalikan emosi.
"Walaupun terpukul ketika mendengar tuntutan itu, menurut saya ekspresinya nggak berlebihan. Dia juga menangis, tapi menurut saya dia bisa menahan dirinya. Tidak tersedu-sedu dan tidak terisak-isak. Jadi memang menurut saya secara mental dia matang," kata Edwin Partogi yang dikutip AyoJakarta.com dalam tayangan YouTube Irma Hutabarat, Minggu, 5 Februari 2023.
Kemudian ketika mendengar penuturan dari ibunda Richard Eliezer di mana ia meyakini bahwa polisi berpangkat Bharada ini merupakan anak yang baik.
Menariknya informasi yang didapatkan dari Rynecke Alma Pudihang, Edwin Partogi mengatakan kalau Richard Eliezer dulunya anak yang cengeng dibandingkan kakaknya.
"Icad itu cengeng waktu kecilnya," ungkap Edwin Partogi menirukan kata ibunda Richard Eliezer.
Selain itu, Richard Eliezer adalah sosok yang penurut dan religius. Karenanya dia patuh ketika diperintah Ferdy Sambo sebagai atasannya untuk menembak Brigadir Yosua.
"Tapi saya pikir mungkin ada benarnya ya, walaupun ada efek negatifnya, tapi sebenarnya dia kan menganggap Sambo itu sudah kayak orang tua, bapak dari sisi usia, jabatan dan juga rentang pangkat yang sangat jauh," kata Edwin Partogi kemudian.
Di sisi lain, ketika Richard Eliezer diminta Ferdy Sambo menghabisi Yosua ia malah berdoa agar niat atasannya tersebut bisa berubah.
Namun harapan tersebut berbanding terbalik dengan apa yang diharapkan Richard Eliezer di doanya.
Tak hanya itu, menurut Edwin sikap Richard Eliezer pada saat itu ternyata memiliki efek positif di antaranya mendapat doa dan dukungan dari orang-orang yang tak dikenal.
"Orang tidak ada hubungan darah, tidak ada hubungan keluarga, tidak ada hubungan kekerabatan. Bukan hanya dari Jakarta, bahkan dari luar negeri," jelasnya.***

Share this article
Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi heran Richard Eliezer alias Bharada E punya banyak idola.