AYOJAKARTA.COM -Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo tidak menyangka ternyata skenario palsu yang telah ia siapkan bisa dirusak.
Bukan hanya oleh Richard Eliezer yang memiliki status justice collaborator tapi juga oleh korban yaitu Yosua Hutabarat.
Kasus pembunuhan Brigadir Yosua yang diduga didalangi oleh atasannya Ferdy Sambo hingga kini masih terus berjalan, memasuki agenda persidangan.
Dalam persidangan yang telah menetapkan 5 terdakwa, sempat menampilkan beberapa barang bukti. Salah satunya adalah rekaman CCTV di kediaman Ferdy Sambo yang merupakan TKP terbunuhnya Yosua di rumah dinas Duren Tiga.
Sebelumnya, Ferdy Sambo telah merancang skenario palsu adanya adegan baku tembak antara Yosua dengan ajudan Sambo yang lain yaitu Richard Eliezer yang menyebabkan Yosua tewas.
Dalam salah satu persidangan Ferdy Sambo mengaku baru sampai di rumah Duren Tiga setelah terjadinya insiden baku tembak tersebut.
Skenario itu menjadi berantakan ketika ditemukan rekaman CCTV dekat pos satpam rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga merekam sosok Yosua masih hidup dan sedang berjalan di taman.
Baca Juga: Naik Darah! Sambo Ungkapkan Dirinya Sempat Marah Kepada Adzan Romer: Keterangannya Menyudutkan Saya
Pasalnya rekaman CCTV pada tanggal 8 Juli 2022 itu merekam kedatangan Ferdy Sambo lalu setelahnya terlihat Yosua masih hidup dan berjalan di taman.
Sontak bukti ini mematahkan skenario palsu yang telah dirancang oleh Ferdy Sambo dan dikatakan dengan kompak oleh terdakwa lainnya sesuai dengan perintahnya.
Ferdy Sambo sendiri telah mengakui bahwa terekamnya sosok Yosua membuat skenarionya berantakan. Pengakuan ini Sambo ucapkan pada sidang hari Kamis (5/1/2023).
Baca Juga: Terobsesi Ingin Cepat Kaya, Dua Pelajar SMA Tega Lakukan Hal Ini Demi Dapatkan Organ Tubuh Korbannya
“Saya cuma mengharapkan ada rekaman terkait dengan peristiwa, yang saya harapkan waktu itu bisa mendukung skenario saya,” ucap Ferdy Sambo dalam sidang.
“Karena waktu itu saya tidak menyangka bahwa Yosua itu ternyata begitu saya masuk dia jalan ke taman, mungkin karena takut lihat saya. Itu di luar prediksi saya,” tambahnya.
Beberapa hari setelah Yosua tewas, Ferdy Sambo baru mengetahui isi rekaman dari laporan anak buahnya.
Karena menyadari bahwa adanya rekaman itu akan membongkar kebohongannya maka Ferdy Sambo memerintahkan bawahannya untuk menghilangkan barang bukti yaitu dengan memusnahkan rekaman CCTV
Sebelum membuat skenario palsu, Ferdy Sambo mengaku tidak terpikir untuk mengecek CCTV. Jika dia mengetahuinya dari awal maka dia akan mengamankan sendiri rekaman CCTV tersebut.
“Kalau saya tahu dari awal pasti saya akan amankan sendiri,” ungkap Ferdy Sambo.
Baca Juga: Waduh! Ramal Pemenang Pemilu 2024, Instagram Hard Gumay Dipantau Para Petinggi, Siapa Saja?
Ferdy Sambo juga mengakui bahwa dirinyalah yang memberi perintah kepada Richard Eliezer untuk memberikan tindakan kepada Yosua karena diduga telah melecehkan istrinya, Putri Candrawathi.
Namun Ferdy Sambo mengkalim dirinya hanya memberi perintah hajar bukan tembak kepada Richard Eliezer, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Official iNews (9/1/2023).***

Share this article
Sebelumnya, Ferdy Sambo telah merancang skenario palsu adanya adegan baku tembak antara Yosua dengan Richard Eliezer.