AYOJAKARTA.COM - Pada salah satu program film televisi, publik pernah disuguhkan tayangan tentang penculikan dengan tujuan menjual organ manusia.
Tayangan tersebut berkisah tentang seorang berwatak miskin, yang nekat menjadi penculik serta pembunuh demi mendapatkan uang dari menjual organ tubuh anak-anak.
Skenario FTV tentang penjualan organ tubuh dengan judul Penculik Berkedok Penjual Mainan, tentu saja hanya sebatas pertunjukkan.
Namun di Makassar, Sulawesi Selatan pada 8 Januari 2023 terjadi berita menggemparkan yang membuat mata publik mendelik.
Kasus penculikan disertai pembunuhan tersebut bermula dari broadcast informasi mengenai seorang anak bernama Fadli yang hilang usai dibawa orang tak dikenal.
Dari rekaman CCTV sebuah minimarket, diketahui bahwa bocah berusia 11 tahun yang hilang tersebut pergi dengan membonceng sepeda motor.
Keluarga hanya bisa menangis histeris sewaktu mengetahui bahwa Fadli sudah ditemukan meninggal di jalan Inspeksi Kanal Timur Waduk, Maros.
Korban diduga menjadi korban penculikan dan pembunuhan dengan motif untuk menjual organ tubuh demi mendapatkan sejumlah uang.
Mengetahui anaknya sudah menjadi korban pembunuhan keji, Karmin selaku Ayah korban yang masih dipenuhi amarah berniat untuk melakukan pembalasan.
Publik tidak menduga, bahwa tewasnya korban secara mengenaskan dilakukan oleh dua pelaku yang masih berusia remaja, Adrian dan Faisal.
Baca Juga: Tergiur Harga Jual Organ Tubuh, Dua Remaja Bunuh Bocah!
AKP Jufri Natsir selaku PLT Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, menjelaskan bahwa pelaku tergiur setelah melihat informasi penjualan organ dengan bayaran dollar.
“Setelah itu dia terobsesi untuk mencari organ tubuh manusia, sehingga pada Minggu 8 Januari 2023, sekitar jam 17 WITA memanggil korban,” jelasnya.
Lebih lanjut, AKP Jufri menceritakan tentang kronologi peristiwa sebelum kasus ini membuat kota Makassar menjadi gempar.
Dengan alasan akan diberi imbalan Rp 50.000 setelah membantu membereskan rumah, Fadli kemudian mengikuti ajakan Adrian.
Setelah membonceng sepeda motor, Adrian selanjutnya membawa Fadli ke salah satu kerabatnya yang bernama Faisal.
Setelah tiba di rumah Faisal yang merupakan adik kelas, ketiganya kembali ke rumah Adrian untuk selanjutnya mengeksekusi di ruang tamu.
Baca Juga: Ferdy Sambo Emosi! Akui Brigadir J Menantang Saat Ditanya Soal Kejadian di Magelang
“Motivasinya, saudara Adrian sehingga melakukan hal ini karena dia ingin cepat kaya,” tambah AKP Jufri.
Sewaktu ditanya awak media tentang rencana transaksi penjualan organ tubuh yang sudah mereka dapatkan, AKP Jufri kembali memberi keterangan.
Menurutnya, Adrian mulai panik setelah mengetahui bahwa akun facebook yang berisi penjualan organ tidak menanggapi niatnya.
“Dia panik, sehingga mengambil keputusan bersama rekannya Faisal untuk membuang korban di salah satu kampung,” imbuhnya.
AKP Jufri menjelaskan jasad Fadli dibuang pada malam hari di tanggal 8 Januari 2023 sebelum akhirnya ditemukan warga setempat. ***

Share this article
Korban diduga menjadi korban penculikan dan pembunuhan dengan motif untuk menjual organ tubuh demi mendapatkan sejumlah uang.