AYOJAKARTA.COM--Hakim mencecar Ferdy Sambo habis-habisan di sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap Brigadir J atas pemberian perintah yang kontradiktif.
Sidang kasus pembunuhan terhadap Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo kembali digelar pada hari Kamis (22/12/2022) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Seperti biasanya, berbagai kejadian menarik terus saja terjadi di tengah sidang yang penuh dengan misteri ini.
Baca Juga: Febri Diansyah: Tidak Pernah Ada Pembunuhan Berencana terhadap Yosua oleh Ferdy Sambo Dkk
Seperti momen ketika Hakim Ketua mencecar Ferdy Sambo habis-habisan atas perintah yang ia berikan kepada bawahannya.
Dikutip AyoJakarta dari kanal YouTube KOMPAS TV, (22/12/2022) Hakim merasa bahwa perintah yang diberikan oleh Ferdy Sambo kontradiktif.
Pada awalnya, hakim bertanya kepada Ferdy Sambo tentang penilaiannya tentang tindakan yang harus dilakukan bawahan ketika ada perintah atasan yang tidak baik.
Baca Juga: Terpopuler! Daryono BMKG: Semua Ramalan Tentang Gempa (Megathrust) dan Tsunami Adalah Mimpi
“Kalau perintah yang salah, perintah yang tidak baik selaku atasan, seharusnya diapakan oleh mereka?” cecar Hakim.
Ferdy Sambo kemudian menjawab bahwa seharusnya mereka bisa menolak apabila ada perintah seperti itu.
Di sisi lain, hakim kemudian mengungkapkan bahwa Ferdy Sambo sebelumnya pernah mengatakan sendiri bahwa tidak mungkin bawahannya bisa menolak perintahnya.
Inilah kemudian yang menjadi kontradiktif dari pemberian perintah yang diberikan Ferdy Sambo.
“Tapi kan saudara juga mengatakan, tidak mungkin mereka akan menolak, karena mereka takut,” ujar hakim.
“Kenapa tidak saudara sebagai atasan secara langsung menyatakan ‘kalian semua menceritakan apa adanya, jangan kalian sembunyikan’,” cecarnya sekali lagi.
Hakim kemudian kembali bertanya kepada terdakwa Ferdy Sambo, tahu tidaknya dirinya mengetahui bahwa pertanggung jawaban atasan di kitab hukum pidana.
“Saudara mengatakan siap bertanggung jawab, apakah dalam kitab hukum pidana saudara mengetahui ada pertanggungjawaban atasan?” tanya Hakim.
“Setau saya tidak ada yang mulia,” jawab Sambo.
“Itu mungkin di sistem komando atau undang-undang militer ditemukan,” tutur Hakim.
Hakim kemudian secara tegas memberikan peringatan kepada Ferdy Sambo, bahwa seharusnya ia menyadari bahwa ada akibat yang terjadi dari perintah yang ia berikan.
Termasuk kepada orang-orang yang ia perintah, hakim menegaskan kepada Sambo bahwa mereka juga akan mendapatkan akibat buruk.
Baca Juga: Jelang Natal, 600 Ribu Kendaraan Sudah Keluar Jabodetabek, Ini 3 Tempat yang Paling Diserbu!
“Harus menyadari apa akibat yang akan terjadi atas perintah saudara terhadap orang yang saudara perintah,” tegas hakim.
"Saudara pasti mengetahui kalau perintah atasan yang benar pasti tidak ada alasan untuk ditolak, tidak melanggar ketentuan perundang-undangan,”
“Saya sampaikan saya salah, saya paham” jawab Sambo.

Share this article
Terungkap dalam persidangan, hakim mencecar habis-habisan terdakwa Ferdy Sambo terkait dengan semua perintahnya ke anak buah