AYOJAKARTA.COM – Kabar penemuan empat anak yang tewas di wilayah Jagakarsa masih mendapat sorotan beragam dari masyarakat.
Selain karena menganggap sebagai peristiwa tragis, kematian yang dialami oleh empat anak warga Jagakarsa tersebut merupakan hal mengherankan.
Kematian empat anak di Jagakarsa akibat perilaku ayahnya, membuat masyarakat tidak sedikit yang kemudian menghujat.
Publik-pun semakin mempertanyakan kewarasan dan kesehatan akal orang tua kandung para korban yang berusia 41 tahun.
Terlebih karena keempat anak dari Panca Darmasyah yang merupakan terduga pelaku masih sangat belia.
Dua anak perempuan berinisial VA dan SP yang masing-masing berusia 6 serta 4 tahun, serta dua anak laki-lak berinisial AR serta AS tewas dalam usia 3 dan 1 tahun.
Setelah aroma tidak sedap menyengat dari dalam rumah, keempat anak tersebut ditemukan tidak bernyawa dalam keadaan berjejer di atas kasur.
Selain penemuan jenazah empat orang anak, publik kemudian mengetahui salah satu perilaku Panca yang dikabarkan merupakan pelaku KDRT.
Baca Juga: Otto Hasibuan Beri Alasan Kenapa Belum Ajukan PK, Tidak Cukup Bukti?
Sehubungan dengan rasa keingintahuan publik akan kesehatan Panca, Psikolog Ajeng Raviando memberikan tanggapan.
Menurut Ajeng, salah satu penyebab Panca melakukan tindakan tersebut karena dilandasi oleh adanya tekanan secara finansial dan tekanan emosional.
Anggapan tersebut, menurut Ajeng berdasarkan pada fakta adanya peran suami yang menjadi pengasuh bagi keempat anaknya.
Kondisi emosi yang tidak stabil akibat tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan, menurut Ajeng menjadi alasan pendukung lainnya.
“Kadangkala ketika satu orang saja yang menjadi penopang keluarga dan ada tuntutan tertentu, pada akhirnya bisa menimbulkan konflik yang berkepanjangan,” jelas Ajeng.
Disamping masalah keuangan dan dugaan kecemburuan pada pekerjaan sang istri, bisa menambah tumpukan tekanan secara psikis.
Sehingga memungkinkan Panca untuk terlibat dalam perilaku KDRT, dan menyebabkan sang istri harus menjalani perawatan.
Menjaga empat orang anak dalam kondisi psikis yang tidak sehat secara emosional serta keuangan yang mengganjal, menurut Ajeng memicu perilaku tidak rasional.
“Kalau kita lihat ada pesan Puas Bunda, thanks for all, jadi ada kondisi yang menurut saya membuatnya melakukan tindakan diluar nalar,” jelas Ajeng.
Baca Juga: Ramalan Denny Darko untuk Jessica Wongso Disebut Bakal Bebas Tahun 2024, Ini Dua Faktor Pentingnya
Ajeng menambahkan, kondisi seseorang yang mengalami depresi bisa mengakibatkan perilakunya menjadi sangat tidak terkendali dan merusak.
Adanya tekanan emosi yang tidak tersalurkan atau dipendam di dalam diri, mengakibatkan hal buruk bagi orang di sekitarnya.
“Dia mencoba melakukan suatu tindakan, tindakannya justru buruk sekali,” jelas Ajeng dikutip Ayojakarta, Jumat, 8 Desember 2023, dari tvOneNews.

Share this article
Kabar penemuan empat anak yang tewas di wilayah Jagakarsa masih mendapat sorotan beragam dari masyarakat. Pelaku ialah ayah kandung.