AYOJAKARTA.COM - Jakarta yang dikenal sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, ternyata menyimpan potensi besar dalam sektor pertanian.
Publikasi Potensi Pertanian Jakarta: Peta Baru Pertanian Berkelanjutan hadir sebagai salah satu upaya mengidentifikasi dan memaksimalkan potensi tersebut terutama dalam sub kategori hortikultura dan perikanan.
Di tengah derasnya urbanisasi, Jakarta tetap memiliki ruang untuk mengembangkan sektor pertanian yang dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat.
Berdasarkan data Sensus Pertanian 2023 dan sumber lainnya, publikasi ini tak hanya memetakan potensi yang ada tetapi juga merumuskan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian di Jakarta.
Baca Juga: Tips Hidup Hemat di Jakarta dengan Gaji UMR, Pakai Transportasi Umum Penting Banget untuk Dompet!
Publikasi ini diharapkan dapat menjadi rujukan penting dalam merumuskan kebijakan yang lebih adaptif dan tangguh, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan di wilayah perkotaan.
Jakarta sebagai ibu kota yang padat memiliki keterbatasan ruang untuk pertanian konvensional.
Namun dengan munculnya inovasi seperti pertanian perkotaan (urban farming) dan akuakultur, potensi pertanian dapat dioptimalkan meski di tengah keterbatasan lahan.
Hortikultura yang mencakup budidaya sayuran, buah dan tanaman hias dinilai memiliki prospek yang cerah karena permintaan akan produk segar di perkotaan semakin meningkat.
Baca Juga: Dapat Curhatan Warga di BKT, Ridwan Kamil Beri Solusi dengan Program Khusus
Sementara itu, sektor perikanan baik air tawar maupun laut juga berpeluang besar untuk dikembangkan lebih lanjut.
Pengembangan sektor hortikultura dan perikanan di Jakarta juga dinilai strategis untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
Dengan populasi yang terus bertambah, kebutuhan akan pangan yang segar, sehat dan berkelanjutan menjadi semakin mendesak.
Selain itu, pengembangan sektor ini juga dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi warga Jakarta yang terdampak oleh pengurangan sektor formal akibat urbanisasi.
Baca Juga: Yunarto Wijaya Sebut Pilgub Jakarta Berlangsung 1 atau 2 Putaran Ditentukan Pasangan Ini, Siapa?
Perubahan dalam pengelolaan pertanian perkotaan ini diperkirakan akan membawa dampak positif bagi lingkungan.
Dengan pendekatan pertanian berkelanjutan seperti penggunaan lahan secara lebih efisien dan minimnya penggunaan pestisida, kualitas lingkungan perkotaan bisa ditingkatkan.
Selain itu, inisiatif ini juga berpotensi mengurangi jejak karbon dengan meminimalkan ketergantungan pada produk impor yang diangkut dari jarak jauh.
Selain memanfaatkan lahan kosong yang ada di Jakarta, integrasi teknologi dalam sektor pertanian juga menjadi kunci penting.
Teknologi seperti hidroponik dan aquaponik memungkinkan masyarakat kota untuk menanam sayuran dan ikan di lahan yang terbatas bahkan di lingkungan yang sempit seperti atap bangunan atau pekarangan rumah.
Publikasi ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk mengembangkan strategi pembangunan perkotaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Pemerintah DKI Jakarta bersama dengan masyarakat dapat bekerja sama untuk mewujudkan kota yang lebih hijau dan lebih adaptif terhadap tantangan masa depan.***
Share this article
Jakarta mengoptimalkan sektor pertanian khususnya hortikultura dan perikanan untuk mendukung pembangunan perkotaan yang lebih berkelanjutan.