AYOJAKARTA.COM - Berbeda dengan Gelora Bung Karno atau GBK yang pamornya dianggap telah mendunia, nama Stadion VIJ mungkin belum akrab di telinga kaum muda.
Berada di tengah pemukiman padat penduduk di kawasan Petojo, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat, Stadion VIJ merupakan stadion pertama bagi warga Jakarta.
Mulai berdiri sejak Indonesia masih berupa embrio negara, Stadion VIJ memiliki sejarah kuat dengan sosok Muhammad Husni Thamrin yang menjadi perintis awalnya.
Dikutip dari kanal YouTube At Jakarta, Senin (11/11/2024) pada tahun 1928 Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra atau Stadion VIJ, merupakan lokasi latihan bagi tim sepak bola kaum pribumi.
Baca Juga: Hari Ini! Ada Pemadaman Listrik 60 Menit Serentak di Jakarta, Cek Lokasi di Sini
Terbentang diatas lahan berukuran sepanjang 110 meter dan lebar 70 meter, Stadion VIJ sempat menjadi pusat kebanggan pesepak bola warga Jakarta.
Dengan merogoh kocek pribadi sebesar 2000 Gulden atau setara dengan 170 juta saat itu, MH Thamrin mulai memprakarsai berdirinya stadion sepak bola.
Sebulan setelah Sumpah Pemuda atau tepatnya 28 November 1928, MH Thamrin secara resmi mendeklarasikan lahirnya perkumpulan Voetbalbond Indonesische Jacatra.
Kental dengan nama bercorak Belanda, klub VIJ di kemudian hari berganti menjadi Perkumpulan sepak bola Indonesia Jakarta atau Persija.
Melalui sepak bola, MH Thamrin berharap kepercayaan warga Jakarta dan perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan hegemoni bangsa kolonial menjadi lebih terorganisir.
Harapan MH Thamrin terhadap klub VIJ berbuah kebahagiaan setelah pada tahun 1931, 1933, 1934 dan 1838 VIJ berhasil keluar sebagai pemenang.
Selain ditunjukkan oleh kaum pribumi, antusiasme dukungan terhadap perjuangan VIJ juga sempat dilakukan oleh Soekarno.
Pasca kemerdekaan Indonesia di tahun 1945, Stadion VIJ yang merupakan tempat kebanggaan bagi klub sepak bola Jakarta terus mengalami peningkatan hingga tahun 1950.
Mewabahnya Covid-19 yang melahirkan kebijakan pembatasan sosial atau PPKM, membuat Pemda Jakarta secara resmi menutup Stadion VIJ.
Ditutupnya Stadion VIJ secara resmi akibat pandemi, membuat hampir seluruh jadwal kegiatan pertandingan dan latihan tidak lagi terjadi.
Menjadi salah satu situs cagar budaya Jakarta, Stadion VIJ yang mampu menampung sekitar 500 penonton tetap mempertahankan ciri khasnya.
Dinobatkan sebagai salah satu lokasi cagar budaya warga Jakarta, pengelolaan Stadion VIJ sejak tahun 1980 hingga saat ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah.
Baca Juga: Ngebet Buka Kembali Pasar iPhone 16, Investasi Pabrik Apple di Indonesia Berpeluang Terjadi
Untuk bisa berlatih atau menggunakan Stadion VIJ, pengelola memasang tarif dengan harga mulai dari sekitar Rp 80,000 sampai Rp 200,000 untuk dua jam.
Selain masih mempertahankan rumput alami non sintetis seperti stadion modern, hal unik dan bersejarah dari jejak perjuangan MH Thamrin ini adalah papan skor manual. ***

Share this article
Berikut ini info tarif sewa Stadion VIJ di Jakarta, cuma ratusan ribu per jam? Cek lengkapnya di sini.