MADIUN, AYOJAKARTA.COM -- Kreativitas para pedagang supaya membuat barang dagangannya laku bermacam-macam. Tak ketinggalan salah seorang penjual gorengan asal Madiun Giati.
Paham jika hanya berjualan gorengan saja tanpa hal baru kurang dapat meraup keuntungan maksimal ia kemudian berjualan gorengan dengan memakai kostum bak artis Bollywood. Tak jarang juga menggunakan jaranan hingga kostum mirip Nyi Blorong.
Dengan cara itu, banyak warga merasa terhibur. Uang pun mengalir ke kantong ibu dua orang anak ini.
Baca Juga: Pakai Baju Warna Cerah dapat Tingkatkan Hormon Bahagia, Ini Penjelasannya
Saat ditemui, Giati sedang menggunakan kostum jaranan. Giati tak cangggung bernyanyi dan menari di hadapan para pembeli.
Namun, rupanya bukan tanpa alasan Giati memilih berjualan dengan kostum unik. Wanita berusia 38 tahun ini pernah merasakan pahitnya menjadi pengamen jalanan.
"Saya sempat dipandang sebelah mata. Karena mengamen di jalan. Juga dianggap hina karena mengamen," ujar Giati saat berjualan di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun melansir Republika Kamis (17/2/2022)
Baca Juga: Dugaan Korupsi Pengadaan Baju Batik Guru di Kabupaten Bogor, Lima Orang Diperiksa Polisi
Dipilihnya berjualan gorengan karena penghasilan pengamen tidak menentu.
Padahal dua anaknya masih memerlukan biaya pendidikan dan jangka panjang.
Dia pun banting setir, dengan memutuskan berjualan gorengan keliling kampung. Dengan menggunakan sepeda angin yang dia miliki. Giati juga membawa pengeras suara.
"Dulu kan ngamen juga menggunakan pengeras suara. Ya ini Saya gunakan lagi. Untuk berjualan gorengan," tambahnya.
Untuk kostum disiapkan Giati sendiri. Dia juga menjahit sendiri dan digunakan bergantian agar pembeli tidak bosan.
Baca Juga: Anggaran Baju Dinas Dan Atribut DPRD Kota Bogor Capai Rp700 Juta
Langkahnya rupanya tepat, karena mengamen dengan kostum nyeleneh mendatangkan rasa penasaran dan pembeli. Warga juga terhibur dan dagangannya laris manis.
Sejak viral di media sosial, kata dia, dagangannya laku hingga 500 biji. Satu gorengan dihargai Rp 500 hingga Rp 1.000.
Dia mengaku, mulai berkeliling dari pukul 07.00 WIB pagi. Gorengan ludes pada pukul 10.00 WIB. "Tinggal kalikan saja. Sehari dapat Rp 250 ribu sampai Rp 500 ribu. Tergantung juga sih, gorengannya yang mana yang laku, " ucap dia.
Selain murni karena jualan gorengan, rezekinya juga datang saat dia menyanyi. Karena beberapa warga ada yang menyawer dirinya.

Share this article
Menginformasikan mengenai penjual gorengan yang berdandan unik sehingga dagangannya laris manis bahkan omzet mencapai Rp500 ribu/hari.