TEBET, AYOJAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau waspada fenomena La Nina dari November 2021 sampai dengan Februari 2022.
"Waspada kehadiran La Nina dengan potensi peningkatan curah hujan tinggi dan bisa memicu bencana hidrometeorologi," tulis keterangan unggahan akun Instagram resmi @infobmkg, Jumat (12/11).
Dijelaskan, beberapa bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi akibat La Nina, antara lain banjir dan banjir bandang, longsor, angin kencang, bahkan siklon tropis atau puting beliung.
"Wilayah yang perlu waspada, Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan bagian selatan, Sulawesi bagian selatan," ungkapnya.
La Nina yang berasal dari bahasa Spanyol dengan arti "anak perempuan" ini adalah fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin dan mengalami curah hujan lebih tinggi.
La Nina terjadi apabila angin berhembus air hangat permukaan laut dari Amerika Selatan ke arah barat menuju Indonesia, sehingga air dingin naik ke permukaan.
Proses penghangatan perairan Indonesia mendorong pembentukan awan yang berlebih, sehingga meningkatkan curah hujan yang cukup signifikan.

Share this article
La Nina yang berasal dari bahasa Spanyol dengan arti "anak perempuan" ini adalah fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin.