TEBET, AYOJAKARTA -- Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja mengungkap bahwa sejatinya gelombang 21 merupakan gelombang yang terakhir. Hal itu karena alokasi dana anggaran di semester II 2021 sebesar Rp 21,2 Triliun sudah habis.
Namun, Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu menuturkan masih ada gelombang tambahan yaitu gelombang 22 yang kemungkinan akan dibuka.
Ini mengacu pada banyaknya peserta di gelombang-gelombang sebelumnya yang mensia-siakan kesempatan, dengan tidak membeli pelatihan pertamanya dalam kurun waktu 30 hari.
"Dari setiap gelombang biasanya ada yang dicabut kepesertaannya karena tidak membeli pelatihan pertama dalam waktu 30 hari," ujar Louisa kepada awak media beberapa waktu lalu.
Hal itu menyebabkan status kepesertaan mereka dari penerima Kartu Prakerja terpaksa dicabut dan harus diberikan kepada peserta lain yang belum lolos.
Louisa mengatakan saat ini pihaknya sedang memantau kesepertaan yang dicabut dari gelombang 18 hingga 21. Nantinya, kata dia, total kesepertaan yang dicabut akan digunakan untuk gelombang tambahan, yakni gelombang 22.
Lantas, kapan gelombang 22 Kartu Prakerja dibuka? Louisa menegaskan gelombang 22 tidak akan dibuka dalam waktu dekat.
"Yang pasti tidak dalam waktu dekat karena peserta gelombang 21 masih memiliki 30 hari dari hari ini untuk membeli pelatihan pertama," pungkasnya.

Share this article
Namun, Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu menuturkan masih ada gelombang tambahan yaitu gelombang 22