BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -Warga Jawa Barat yang ikut menjemput Rizieq Shihab pada Selasa kemarin dan merasa bergejala Covid-19 diminta untuk melakukan isolasi. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 semakin meluas.
Pasalnya, massa yang melakukan penjemputan Rizieq diketahui berjumlah besar dan berkerumun. Meski belum diketahui berapa banyak warga Jabar yang mengikuti kegiatan tersebut, namun isolasi dinilai dapat menjadi langkah antisipatif untuk mencegah Covid-19 semakin meluas.
Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jabar Berli Hamdani mengatakan, isolasi sebaiknya dilakukan di layanan yang telah disiapkan oleh pemerintah. Informasi dapat diperoleh melalui data yang tertera di aplikasi Pikobar.
AYO BACA : Kedatangan Rizieq Disambut Massa, Ini Kata Pakar Epidemiolog!
"Kalau yang kemarin mengikuti kegiatan penjemputan dan merasa ada gejala atau ada kontak dengan yang diketahui atau diduga terpapar Covid, untuk segera mendaftarkan diri di Pikobar di fitur khusus untuk ini," kata dia ketika dihubungi, Rabu (11/11/2020).
Berli mengatakan, saat ini resiko paparan kasus Covid-19 di Jabar masih tinggi. Meskipun mayoritas berstatus orang tanpa gejala (OTG), namun antisipasi tetap penting untuk dilakukan.
"Risiko paparan saat ini masih sangat tinggi, terlihat dari peningkatan kasus konfirmasi meskipun rata-rata OTG," ungkapnya. (Ayobandung/ Nur Khansa Ratnawati)
AYO BACA : Jadwal & Agenda Kegiatan Rizieq Shihab

Share this article
"Kalau yang kemarin mengikuti kegiatan penjemputan dan merasa ada gejala atau ada kontak dengan yang diketahui atau diduga terpapar Covid, untuk segera mendaftarkan diri di Pikobar di fitur khusus untuk ini," kata dia ketika dihubungi, Rabu (11/11/2020).