TEBET, AYOJAKARTA.COM - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengemukakan, ada 50% lebih warga yang tidak setuju jika pelaksanaan Pilkada serentak 2020 tetap bergulir. Namun, warga yang tak setuju Pilkada terus maju tersebut justru dari luar wilayah yang menyelenggarakan.
Ketidaksetujuan warga, kata dia, lantaran wabah corona masih belum mereda di Indonesia. Hal itu diketahui berdasar hasil survei Indikator Politik Indonesia bertajuk 'Politik, Demokrasi, dan Pilkada di Era Pandemi'.
Burhanuddin menyebut, total sebanyak 50,2% responden menyatakan setuju jika Pilkada serentak 2020 ditunda. Sedangkan yang menyatakan tidak setuju yakni sebanyak 43,4%.
Sementara itu, Burhanuddin merincikan sebanyak 53,3 responden berada di wilayah yang tidak melaksanakan Pilkada serentak 2020, setuju ditunda.
Sedangkan, responden di wilayah yang melaksanakan Pilkada serentak 2020, yang setuju ditunda sebanyak 47,9%.
AYO BACA : Doni Monardo Sebut Zona Merah Corona Penyelenggara Pilkada Berkurang
Adapun, sebanyak 39,4% responden berada di wilayah yang tidak melaksanakan Pilkada serentak 2020, setuju tetap dilaksanakan saat pendemi.
Kemudian, responden di wilayah yang melaksanakan Pilkada serentak 2020, dan setuju untuk tetap dilaksanakan di tengah pandemi yakni sebanyak 46,3%.
"Itu lucu, semakin tidak tinggal di wilayah yang enggak ada pilkadanya, semakin minta ditunda," kata Burhanuddin dalam sebuah diskusi virtual, Minggu (25/10/22/2020).
Di sisi lain, Burhanuddin menyampaikan berdasar hasil survei juga diketahui bahwa 83,5% responden setuju jika Pilkada serentak 2020 dilaksanakan berpotensi menyebarkan Covid-19. Lalu, 11,1% tidak setuju, 1,3% tidak setuju sama sekali dan sisanya tidak menjawab atau tidak tahu.
Sebagai informasi Indikator Politik Indonesia melakukan survei sejak tanggal 24 hingga 30 September 2020 dengan sampel sebanyak 1.200 responden yang dipilih secara acak dan diwawancarai melalui telepon. Adapun, margin of error kurang lebih sebesar 2,9% dengan tingkat kepercayaan 95%.
AYO BACA : Pelaku Usaha Nilai Pembatasan Jam Operasional Kota Bekasi Tak Adil

Share this article
Burhanuddin menyebut, total sebanyak 50,2% responden menyatakan setuju jika Pilkada serentak 2020 ditunda. Sedangkan yang menyatakan tidak setuju yakni sebanyak 43,4%.