TEBET, AYOJAKARTA.COM - Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Semuel Abrijani Pangerapan mengungkapka, ada 2.020 kabar bohong atau hoaks yang beredar di tengah masyarakat terkahit virus corona.
Samuel mengklaim, jumlah tersebut, terhitung sejak 10 bulan terakhir. Di Indonesia sendiri, kasus virus corona terdeteksi masuk ke Indonesia diketahui pertama kali pada 2 Maret 2020.
Dia merincikan, dari jumlah tersebut sudah ada sebanyak 1.759 unggahan hoaks yang langsung dihapus pemerintah, data ini dihimpun sejak 23 Januari hingga 18 Oktober 2020.
"Saat ini ada sekitar 2.020 hoaks yang beredar di sosial media, kategorinya ada 1.197 (jumlah topik), dari 2.020 ini sudah di-takedown ada sekitar 1.759 hoaks," kata Semuel dalam jumpa pers virtual dari Lawan Covid19 ID, Senin (19/10/2020).
AYO BACA : Kota Jakarta Barat Siapkan Tampungan Air untuk Cegah Banjir
Semuel menyebut ribuan hoaks ini sangat mengganggu berbagai upaya yang dilakukan pemerintah karena memunculkan stigmatisasi terhadap petugas-petugas yang bekerja menangani pandemi Covid-19.
"Stigmatisasi terhadap rumah sakit, tenaga medis, dan penyintas covid, serta proses yang sudah dilakukan ini yang menjadi berbahaya bagi masyarakat kalau masyarakat akhirnya membuat stigma," ucapnya.
Dia mengklaim pemerintah selalu mengedepankan tindakan pencegahan hoaks dengan melakukan literasi pandemi ke masyarakat, baru menindak secara hukum jika hoaks yang beredar sudah berbahaya dan meresahkan masyarakat.
"Kita hanya benar-benar melakukan tindakan hukum apabila itu bisa meresahkan dan berakibat ketertiban umum terganggu, itu biasanya polisi sudah mengambil langkah, tapi kami lebih senang untuk melakukan literasi," pungkas Semuel.

Share this article
Dia merincikan, dari jumlah tersebut sudah ada sebanyak 1.759 unggahan hoaks yang langsung dihapus pemerintah, data ini dihimpun sejak 23 Januari hingga 18 Oktober 2020.