SENAYAN, AYOJAKARTA.COM – Kepala Satuan Kerja Khusus (SKK) Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas), Dwi Soejipto mengatakan, hingga 28 September 2020 sebanyak 738 pekerja di sektor migas positif Covid-19. Sementara itu, 1.283 pekerja dinyatakan sembuh dan 9 pekerja meninggal.
Dwi melanjutkan, pekerja hulu migas yang paling banyak terkonfirmasi Covid-19 berada di PT Pertamina Hulu Mahakam, setidaknya lebih dari 300 orang.
Selain itu, kasus kematian terjadi di EMP Bentu terdapat 2 kasus, CPI ada 2 kasus, BKHT satu kasus, Bero satu kasus, serta Pertamina EP satu kasus.
“Perlu kami laporkan mengenai pengendalian wabah Covid-19 untuk hulu migas di Indonesia mulai April 2020, memang ada penambahan signifikan dan ini terus kami lakukan mitigasi. Kami laporkan bahwa kumulatif yang positif adalah 2.030 orang,” kata Dwi dalam rapat dengan pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (20/9/2020).
Mantan direktur utama PT Pertamina (Persero) itu menyebut, lebih dari 50% kasus di lapangan tidak bergejala. SKK Migas sudah melakukan metode pengujian seperti rapid test dan swab test, PCR kepada 2.500 orang pekerja.
Tak hanya itu, SKK Migas bakal terus memantau dan melakukan mitigasi terhadap pola dan budaya kerja di Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
“Kami melakukan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS), yakni work life balance, istirahat yang cukup, olahraga teratur, dan yang terakhir melakukan gerakan 4M yaitu menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, mandi saat tiba di rumah,” ujarnya.

Share this article
Selain itu, kasus kematian terjadi di EMP Bentu terdapat 2 kasus, CPI ada 2 kasus, BKHT satu kasus, Bero satu kasus, serta Pertamina EP satu kasus.