KABUPATEN BANDUNG, AYOJAKARTA.COM - Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengemukakan ada dua opsional yang bisa dilaksanakan untuk memutus penularan Covid-19 di klaster Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD.
Pertama, kata dia, sekenario untuk memblokir seluruh wilayah kecamatan. Kedua, karantina wilayah dengan melokalisasi radius dari titik klaster Secapa AD.
AYO BACA : Dari 1.262 Positif Covid-19 di Secapa Bandung, Hanya 17 yang Dirawat di RS
Dengan skema penerapan PSBM ini, jalan masuk ke kawasan tersebut otomatis akan ditutup atau hanya boleh dimasuki penghuni dan diberlakukan satu pintu. Aktivitas sekunder dan tersier ditutup selama 14 hari untuk memastikan tidak ada 'kebocoran' penularan virus corona ke luar lingkungan Secapa AD.
\"Di sini ternyata ada 8 RW yang saling berdekatan dari titik klaster Secapa ini. 3 kelurahan juga yang ada di Cidadap ini memiliki RW yang berdekatan baik di Ledeng, Hegarmanah, ataupun Ciumbuleuit,\" kata Ema usai gelaran simulasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM), di Kantor Kecamatan Cidadap, Minggu (12/7/2020).
AYO BACA : Secapa AD Diisolasi, Akses Keluar Masuk Hegarmanah Bandung Bakal Diperketat
Ema pun telah mengarahkan Camat Cidadap, seluruh tokoh masyarakat dan unsur pimpinan di kecamatan tersebut untuk merundingkan opsi mana yang paling memungkinkan. Setelah adanya pemetaan, Ema menyebut, pihaknya bisa menentukan secara pasti apa saja kebutuhan hingga jumlah personel yang harus disiapkan.
\"Bayangan saya, nanti orang yang akan masuk keluar di wilayah yang akan dilakukan PSBM ini semuanya harus controlable. Yang datang siapa? Mau ke mana? Datanya harus tercatat betul. Begitu pun yang keluar mereka tidak perlu sama sekali kita sarankan mereka tidak beraktivitas keluar. Kita tahan, udah stay at home aja,\" katanya.
Ema memastikan PSBM di wilayah tersebut akan dilakukan secepat mungkin untuk menekan penyebaran Covid-19. Terkait kebutuhan pangan masyarakat terdampak Covid-19 hingga sarana, prasarana, peralatan juga akan dikoordinasikan satu pintu melalui Camat setempat.
\"Ini harus secepatnya, dan yang paling utama adalah kesepahaman sinergi dengan seluruh tokoh warga masyarakat jangan sampai ini ada kesalahpahaman. Kita ngerti lah tidak ada manusia yang suka dikerangkeng, ditahan-tahan tapi ini kan kedaruratan. Yang paling utama bagi kita adalah kesehatan, ini jangan main-main,\" tegasnya.
Dalam wkatu dekat, pihaknya melakukan rapid test kepada 450 warga yang berdekatan langsung dengan klaster baru tersebut.
AYO BACA : Klaster Secapa Bertambah, Positif Covid-19 Jadi 1.280 Kasus

Share this article
Pertama, kata dia, sekenario untuk memblokir seluruh wilayah kecamatan. Kedua, karantina wilayah dengan melokalisasi radius dari titik klaster Secapa AD.