BANDUNG, AYOJAKARTA.COM - Institusi pendidikan militer Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) Kota Bandung menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Sebanyak hampir 200 siswa disebut terpapar Covid-19 berdasarkan hasil rapid dan swab test yang telah dijalani.
"Jumlah yang kena kemarin belum fix, perkiraan di atas 200 orang yang terpapar," ungkapnya dalam konferensi pers di Gudang Bulog Jabar, Rabu (8/7/2020).
Ia mengatakan, saat ini para siswa tersebut telah ditindaklanjuti. Bebebrapa mendapat perawatan di rumah sakit.
"Sudah dilakuakan isolasi termasuk isolasi satu area sekolah pendidikan tersebut. Ada yang dirujuk ke RS Dustira dan RSPAD," ungkapnya.
AYO BACA : 7 Juli, Positif Covid-19 di Jakarta Tambah 199 Kasus
Berli menyebutkan, saat ini pihaknya telah mengantisipasi lokasi klaster tersebut dengan melakukan pembersihan dan penelusuran epidemiologis kepada orang-orang yang berisiko ikut terpapar. Hal ini dilakukan bekerjasama dengan tenaga kesehatan puskesmas setempat.
Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil juga telah mewanti-wanti kemungkinan adanya penyebaran Covid-19 di institusi pendidikan sebagaimana yang terjadi di Sukabumi. Oleh karenanya, Dinkes Jabar bersama Gugus tugas Covid-19 Jabar akan terus melakukan penelusuran ke institusi serupa.
"Selanjutnya akan kita lakukan tes masif hampir ke 20-an lagi sekolah pendidikan kemiliteran di Jabar. Akan kita identifikasi mana yang harus dilakukan pemeriksaan," ungkapnya. (Khansa)
Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp: 081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119. Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119. Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

Share this article
"Sudah dilakuakan isolasi termasuk isolasi satu area sekolah pendidikan tersebut. Ada yang dirujuk ke RS Dustira dan RSPAD," ungkapnya.