GAJAHMUNGKUR, AYOJAKARTA.COM -- Berbagai strategi dilakukan sekolah swasta untuk menggaet siswa barunya. Mulai dari brosur, door to door mengenalkan profil sekolah, hingga promo di media sosial.
Namun di masa pandemi virus corona ini, sekolah swasta seperti SMK Lembaga Pendidikan Indonesia (LPI) Semarang, dituntut lebih inovatif.
“Biasanya kami ada tim yang terjun langsung ke sekolah-sekolah SMP untuk mengenalkan sekolah dan mempromosikan. Tapi karena saat ini masih ada COVID-19 itu jadi terkendala. Kita ada juga pembukaan pendaftaran siswa baru lewat media sosial,” ujar salah satu panitia PPDB SMK LPI Semarang, Anisa Rizki, Senin (22/6/2020) dilansir Ayosemarang.com.
Anisa menjelaskan, ada empat rombel yang dipersiapkan. Di mana setiap rombel memiliki kurang lebih 25 siswa. Namun, sejak awal pembukaan pendaftaran siswa baru di bulan Mei hingga sekarang, SMK LPI Semarang mencatat baru 20-an pendaftar.
“Untuk pendaftaran rencana dilakukan sampai 10 Juli. Harapannya bisa penuh empat rombel. Untuk jurusan sendiri kita ada dua, yakni Akuntansi dan Rekayasa Perangkat Lunak,” imbuhnya.
Sementara itu, Asri Mayang yang juga panitia PPDB SMK LPI Semarang menyoroti sistem zonasi di PPDB 2020 kali ini. Menurutnya, sistem zonasi sangat mempengaruhi kesempatan penerimaan siswa baru di sekolah swasta.
“Karena, selain menjadi opsi bagi masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anaknya, sekolah swasta kan biasanya jadi opsi bagi siswa yang nilainya kalah bersaing di sekolah negeri. Tapi ini kan nggak, dengan sistem zonasi, siswa yang nilainya kurang pun bisa dapat nilai tambah. Kemungkinan masuknya ke negeri jadi lebih besar,” katanya. (Dian Sampangan)

Share this article
Sejak awal pembukaan pendaftaran siswa baru di bulan Mei hingga sekarang, SMK LPI Semarang mencatat baru 20-an pendaftar.