SOREANG, AYOJAKARTA.COM -- Telur infertil yang akhir-akhir ini diduga banyak dijual di pasaran, masih aman dikonsumsi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Tisna Umaran mengatakan, telur infertil tidak jauh berbeda dengan telur pada umumnya.
AYO BACA : Marak, Penjualan Telur di Pinggir Jalan dengan Harga Miring
Telur infertil sebenarnya telur biasa, namun tanpa dibuahi oleh pejantan. "Aman untuk dikonsumsi, nilai gizinya juga bagus," tutur Tisna, Kamis (17/6/2020).
Namun ada batas penggunaan telur tersebut untuk dikonsumsi. Biasanya telur infertil hanya kuat 7 hari untuk bisa dikonsumsi.
AYO BACA : Warga Keracunan Ikan Tongkol Kemensos, Dinkes Batang Uji Sampel Laboratorium
"Selama tidak kotor, retak atau batas waktunya masih lama, tidak masalah," katanya.
Telur infertil memang dilarang dijual untuk kepentingan konsumsi. Hal tersebut kata Tisna, bukan karena masalah keamanan atau kesehatan, melainkan sebagai aturan main dagang.
"Dengan batas waktu konsumsi yang lebih pendek, harganya akan lebih murah. Bisa merusak harga telur, makanya dilarang dijual untuk konsumsi," ujarnya.
Telur infertil sebenarnya diperuntukan bagi penyedia DOC (day old chick) sebagai suplai anakan bagi peternak ayam pedaging. (Mildan Abdalloh)
AYO BACA : Bayi yang Terkonfirmasi Covid-19 Seusai Hajatan di Kabupaten Cirebon Sembuh

Share this article
Telur infertil yang akhir-akhir ini diduga banyak dijual di pasaran, masih aman dikonsumsi.