JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Imbauan Presiden Joko Widodo untuk banyak menkonsumsi ikan sebagai upaya melawan COVID-19 terasa ambigu di tengah nasib keluarga nelayan yang semakin kesulitan secara ekonomi.
Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) mendesak Presiden Jokowi untuk tidak hanya memberikan imbauan, lebih jauh lagi melakukan langkah-langkah nyata menyelamatkan jutaan rumah tangga nelayan dan pelaku perikanan rakyat di Indonesia yang terdampak wabah COVID-19.
Desakan tersebut disampaikan oSekretaris Jenderal KIARA, Susan Herawati menanggapi pernyataan Jokowi awal pekan lalu.
“Bagaimana mungkin nelayan bisa melakukan aktivitas menangkap ikan, sementara pada saat yang sama mereka harus berhadapan dengan ancaman serius penyebaran COVID-19?” katanya, Senin (20/4/2020).
Selain menghadapi ancaman penyebaran virus corona, tambah Susan, persoalan lainnya yang dihadapi keluarga nelayan adalah menurunnya pendapatan serta naiknya harga bahan-bahan pokok yang menjadi kebutuhan dasar konsumsi harian.
“Daripada mengimbau masyarakat makan ikan untuk meningkatkan kekebalan tubuh, Jokowi lebih baik mendorong KKP untuk melihat langsung kondisi nelayan di lapangan. Negara harus hadir untuk mereka,” tegasnya.
Pusat Data dan Informasi Kiara (2020) mencatat sejumlah dampak buruk yang dialami nelayan di Indonesia setelah penyebaran COVID-19.
Pertama, hilangnya kesempatan untuk pergi melaut karena ketiadaan modal sejak pra-produksi.
Kedua, penurunan pendapatan karena terputusnya supply chain usaha perikanan.
Ketiga, ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar (pangan) akibat semakin naiknya harga kebutuhan bahan pokok pangan.
Keempat, tinggi angka kriminalitas yang dialami oleh nelayan karena sulitnya kehidupan ekonomi. Kelima, tingginya angka kekerasan yang dialami oleh perempuan nelayan. Keenam, absennya pemerintah untuk memberikan perlindungan dan pemberdayaan keluarga nelayan di tengah-tengah penyebaran Covid-19.
Menurut Susan, berbagai dampak buruk yang dialami oleh nelayan menunjukkan bahwa keluarga nelayan dan pelaku perikanan rakyat lainnya di Indonesia merupakan kelompok masyarakat yang sangat rawan.
“Itu hal ambigu karena selama ini keluarga nelayan menempati posisi paling bawah dalam struktur kemiskinan dan ketimpangan nasional jauh sebelum ada COVID-19. Kini kerawanan mereka semakin parah karena sampai saat ini pemerintah tidak memiliki peta jalan (roadmap) yang jelas untuk menangani penyebaran COVID-19 ini,” terang Susan.

Share this article
Daripada mengimbau masyarakat makan ikan untuk meningkatkan kekebalan tubuh, Jokowi lebih baik mendorong KKP untuk melihat langsung kondisi nelayan di lapangan.