Duh, Berbulan-Bulan Disidik Baru Satu Berkas Penipuan Pialang GCG Asia yang P21

Repro

Repro

JAKARTA BARAT, AYOJAKARTA.COM -- Setelah dilaporkan dan menjalani proses penyelidikan hingga penyidikan yang menyita waktu hampir tiga bulan, penyidik Polda Metro Jaya akhirnya menyatakan berkas kasus penipuan berkedok investasi bodong dari pialang Guardian Capital Group (GCG) Asia dinyatakan lengkap atau P21.

Pelaku penipuan bernama Gunawan Wijaya telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (Kejari Jakbar) pada Kamis (5/12/2019).

Hal itu diiyakan penyidik Unit 2 Reskrimsus Polda Metrojaya, Iptu Jhonry Aritonang ketika dikonfirmasi wartawan.

“Iya, sudah P21. Ke Kejari Jakarta Barat,” ujar Iptu Jhonry Aritonang, Jumat (6/12/2019).

Namun, dia enggan menjelaskan detail proses serah terima tersangka. Ketika ditanya terkait dugaan keterlibatan pihak-pihak lain yang diduga menipu hingga puluhan miliar rupiah dengan modus pialang GCG Asia, penyidik menyebut sejauh ini baru satu orang tersangka yaitu Gunawan Wijaya.

“Pelan-pelan, penyidik masih terus mengembangkan kasus ini,” tutupnya.

Untuk wilayah Jakarta saja, dilaporkan tidak kurang dari 4.000-an orang diduga menjadi korban penipuan GCG Asia. Rata-rata korban adalah nasabah asuransi yang diperdaya untuk masuk GCG Asia dengan menggunakan mata uang dolar AS.

Salah seorang korban penipuan pialang GCG Asia yang juga melaporkan kasus ini, Bede menuding pasangan suami isteri Gunawan Wijaya dan Lenny Husein sebagai otak penipuan di Jakarta.

Gunawan diketahui adalah agen asuransi Allianz di Jakarta. Diduga, Gunawan memanfaatkan nasabah Allianz untuk digeser menjadi nasabah GCG Asia.

“Sekitar 4000-an orang di Jakarta. Beda lagi dengan yang di Surabaya,” ujarnya.

Gunawan Wijaya sudah ditetapkan sebagai salah seorang tersangka. Demikian pula dengan istrinya, Lenny Husein. Namun Lenny tidak ditahan oleh penyidik.

Bede pun mempertanyakan alasan Lenny tidak ditahan penyidik. Demikian pula, sejumlah agen asuransi yang diduga terlibat sudah diperiksa, namun dilepas lagi oleh penyidik.

Bede mencatat ada empat orang dari Money Changer Tanjung Pinang yang sempat seminggu lebih ditahan di Polda Metrojaya. Namun sudah dilepas.

Dalam kasus yang sejak awal ditangani Kanit 2 Dirkrimsus Polda Metrojaya, Kompol Ali Yusron ini, tersangka Gunawan Wijaya sudah hampir habis masa penahanannya. “Untung saja sekarang P21. Sehari lagi tak P21, kelar, bebas dia,” ujar Bede.

Bede menambahkan, selain di Jakarta, ia bersama para korban lainnya juga melaporkan pelaku di Polda Jawa Timur.

“Yang di Jawa Timur juga belum ada perkembangan penanganannya. Padahal, yang di sana lebih kakap,” ujar Bede.

Dia berharap penyidik Polda Metrojaya dan Polda Jawa Timur betul-betul serius mengusut penipuan ala pialang GCG Asia yang mengorbankan ribuan warga Indonesia itu.

“Kami menunggu dan mengikuti kinerja penyidik dalam pengusutan kasus ini terkesan lamban sekali. Semoga dengan sudah P21-nya pelaku yang di Jakarta, maka pelaku lainnya, termasuk yang di Jawa Timur segera juga ditangkap dan disidangkan,” pinta Bede.

Ia memprediksi dari kerugian yang dialami pelapor saja sudah mencapai Rp 10 miliar.

“Kami mendesak mereka semua itu ditangkap dan segera diproses hukum. Kembalikan uang kerugian para korban segera,” ujarnya.

Hal senada disampaikan, Wir, salah seorang nasabah Asuransi Prudential, yang menjadi korban GCG Asia di Jawa Timur.

Wir menjelaskan, GCG Asia ini memiliki basis terbesar di Surabaya. Untuk wilayah Indonesia, Surabaya leading dengan nasabah terbanyak. Totalnya bisa mencapai 34 ribu nasabah atau member. Bisnis bodong ini dimotori pasangan suami isteri selaku leader yakni David Hendrawan dan Rinawati.

“Saya kenal David Hendrawan dan Rinawati sebagai agent Prudential. Saya memang nasabah Prudential. Namun, Rina dan David memanfaatkan nasabah Prudential di sejumlah wilayah dan diiming-imingi dapat duit dengan ikut GCG Asia,” beber Wir.

David Hendrawan diperkirakan juga merupakan leader dari pelaku lainnya, yakni Gunawan Wijaya yang sudah ditahan di Polda Metro Jaya.

Wilayah jaringannya termasuk Jakarta, Pontianak, Tanjung Pinang, Medan, Bali, Bandung dan wilayah lainnya.

Menurut dia, Rinawati kemungkinan berkolaborasi dengan rekan-rekannya lewat money chager bodong yang berada di Tanjung Pinang.

“Rinawati adalah isteri pelaku yang juga berasal dari Tanjung Pinang. Bisa jadi, ditengarai, semua ini akal-akalan mereka saja. Akal-akalan leader, yang juga bersengaja membuat money chager bodong, agar nampak bisnis penipuan investasi ini sempurna. Ya kami hanya bisa berharap, aparat tetap setia dengan sumpah jabatannya, mengusut ini semua,” terang Wir.

Hingga kini, lanjut Wir, ribuan korban penipuan GCG Asia di Surabaya dan wilayah lain masih berupaya mencari keadilan.

Dia mengatakan, pasangan suami isteri David Hendrawan dan Rinawati ternyata juga merupakan agen perusahaan asuransi ternama, Prudential.

Sehingga dengan  memanfaatkan jaringan nasabah Prudential yang sudah ada, dengan mudah merekrut member-member baru dalam permainan ponzi sistem piramida berkedok trading forex tersebut.

Sebagaimana yang dialaminya, Wir mengatakan, dengan membonceng nama besar asuransi Prudential, yang mempunyai jaringan nasabah yang besar di Indonesia, David Hendrawan dan Rinawati sebagai Top Diamond Leader GCG Asia mampu merekrut puluhan ribu nasabah atau member hanya dalam waktu tiga bulan. Dengan total penjualan diperkirakan 126 juta dolar AS atau setara dengan Rp 1,8 triliun.

Sudah lima orang korban melaporkan ke Polda Jatim dengan kerugiannya berkisar sebesar Rp 12 miliar.

“Bagaimana kalau  sampai puluhan ribu yang melaporkan? Besar sekali angka yang diraup mereka bukan?” tantangnya.

Mereka berharaap emerintah membentuk Tim Satgas yang dapat dengan cepat dan sigap mengambil tindakan untuk menyelamatkan dana masyarakat sebesar belasan triliun rupiah itu. Sebelum dana tersebut disembunyikan atau dikirimkan para Top Leader tersebut keluar negeri melalui black market money changer (MC).

“Sampai kini praktik penipuan mereka masih beroperasi, dikarenakan lambatnya pihak aparat menjerat para pelakunya,” ujar Wir.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 04 Jun 2026, 14:16 WIB

Pemeliharaan Gardu Listrik PLN 5-6 Juni 2026, PAM JAYA: Terdapat 45 Wilayah Terdampak Suplai Air

Informasi penting terkait gangguan sementara pada suplai air di sejumlah wilayah Jakarta akibat pekerjaan pemeliharaan gardu listrik milik PLN yang menjadi sumber pasokan energi bagi Instalasi Pengola

Viral 04 Jun 2026, 14:12 WIB

Viral 'Pulau Sampah' di Pesisir Muara Angke, 70 Personel UPS DLH DKI Lakukan Penanganan Secara Bertahap!

Tim gabungan dari berbagai unsur mulai melakukan aksi pembersihan besar-besaran terhadap tumpukan sampah yang membentuk daratan atau dikenal sebagai "pulau sampah" di pesisir Jakarta Utara.

News 04 Jun 2026, 13:39 WIB

Peringatan Keras Kemenhaj RI, Jemaah Haji Dilarang Bawa Air Zamzam di Dalam Koper!

Kementerian Haji dan Umrah RI memberikan peringatan keras kepada jemaah haji agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin saat kepulangan ke Indonesia.

Jakarta Selatan 04 Jun 2026, 13:20 WIB

Pastikan Produk Pangan Aman, Sudin KPKP Jakarta Selatan Lakukan Uji Sampel di 5 Lokasi Ini!

Pastikan produk pangan yang beredar di masyarakat aman, Suku Dinas Ketahanan Pangan, kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan aktif lakukan pengawasan.

Metropolitan 04 Jun 2026, 13:05 WIB

30 Rumah Warga Hangus Terbakar di Jakarta Pusat, Pemkot Jakpus Gerak Cepat Berikan Bantuan!

Kebakaran kembali terjadi didi Jalan Tanah Tinggi IV RT 09 RW 07, Johar Baru, Jakarta Pusat, sekitar pukul 00.15 WIB pada Kamis, 4 Juni 2026 dini hari yang menghanguskan 30 rumah warga.

News 04 Jun 2026, 11:51 WIB

Bikin Geleng Kepala! 4 Tindakan Dugaan Korupsi Ex Kepala BGN Dadan Hindayana Cs

Kejaksaan Agung sudah menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan mantan Wakil Kepala BGN Sony Sanjayana dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG

Komunitas 04 Jun 2026, 10:59 WIB

ISMN Meet Up Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Jembatan Sukses Kreator Lokal Hadapi Dinamika Industri

ISMN Meet Up Surabaya 2026 resmi dibuka! Ajang kolaborasi kreatif untuk bantu kreator lokal bertahan dan bertumbuh di tren media sosial.

Jakarta Barat 04 Jun 2026, 10:51 WIB

Diduga Artefak, Sudin Kebudayaan Jakarta Barat Tindak Lanjut Temuan 4 Lempengan Batu Granit Aksara Cina!

Diduga artefak, temuan lempengan batu di wilayah Kelurahan Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan ditindaklanjuti oleh Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat.

News 04 Jun 2026, 10:16 WIB

Jembatan Baru Komunikasi Publik, ISMN Hubungkan Kominfo Jatim dan Homeless Media

ISMN gandeng Kominfo Jatim rangkul Homeless Media! Sinergi radikal ini siap ubah peta informasi dan guncang dominasi media arus utama.

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:47 WIB

679 Jiwa Terdampak Kebakaran Kemayoran, Dinsos DKI Berikan Bantuan Logistik: Makanan hingga Layanan Dukungan Psikososial

Dinas Sosial DKI Jakarta diketahui memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, kebutuhan dasar, perlengkapan keluarga dan sekolah, termasuk Layanan Dukungan Psikososial serta dukungan hunian

Metropolitan 04 Jun 2026, 07:11 WIB

Prediksi Cuaca DKI Jakarta Kamis 4 Juni 2026: 4 Wilayah Serentak Hujan Sore hingga Malam Hari

Informasi seputar prediksi cuaca DKI Jakarta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada hari Kamis, 4 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 22:20 WIB

Aturan Baru Cukai Rokok dan Kemasan Polos, Sanggupkah 6 Juta Pekerja Tembakau Bertahan?

Layer baru cukai 2026 & aturan kemasan polos ancam industri rokok legal. Kebijakan ini dinilai memicu PHK masif bagi 6 juta pekerja & petani. Ahli desak penguatan hukum nyata, bukan regulasi baru.

Pendidikan 03 Jun 2026, 21:51 WIB

UIC Creative Showcase 2026 bertema “The Great Britain Festival in Indonesia” Saatnya Unjuk Gigi di Negeri Inggris Raya

UIC College, dibawah naungan USG Education Group menggelar UIC Creative Showcase 2026 bertema "The Great Britain Festival in Indonesia".

Nasional 03 Jun 2026, 20:58 WIB

Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Rencana layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil bagi pabrikan patuh. Kebijakan ini memicu moral hazard, ancam pangkas Rp150 T kas negara, dan rontokkan industri legal.

Bisnis 03 Jun 2026, 20:40 WIB

BTN Perluas Program Bayar Angsuranmu dengan Sampahmu ke 8 Provinsi

BTN berkolaborasi dengan Bank Sampah Muria Berseri Kudus untuk mendorong pengurangan emisi dan pengelolaan sampah bernilai ekonomi.

Nasional 03 Jun 2026, 19:24 WIB

Dampak Kenaikan Harga Bioetanol Terhadap Program Mandatori B50 2026

Target mandatori B50 RI pada 2026 untuk stop impor solar terancam kenaikan harga bioetanol (Rp8.062/liter). Lonjakan akibat pelemahan kurs rupiah ini berisiko membengkakkan beban subsidi energi negara

News 03 Jun 2026, 17:51 WIB

Kasus Jual Beli SPPG? Mantan Petinggi BGN: Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Ditahan Kejagung!

Setelah dicopot, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dan dibawa ke mobil pada Rabu, 3 Juni 2026.

Nasional 03 Jun 2026, 17:24 WIB

Ironi Transisi Energi, Saat Kurs Rupiah Rp17.000 Ikut Mengerek Harga Biodiesel dan Bioetanol

Transisi energi Indonesia terganjal kurs rupiah di atas Rp17.000/USD. Meski bahan baku lokal, biaya konversi bioetanol & biodiesel Juni 2026 pakai denominasi dolar AS, bikin harga BBN rapuh & mahal.

Pendidikan 03 Jun 2026, 17:18 WIB

SPMB SMP DKI Jakarta 2026 Resmi Dibuka, Simak Persyaratan dan Batas Waktu Verifikasi Akun

Tahapan prapendaftaran SPMB Jakarta 2026 ini dijadwalkan akan terus berlangsung hingga 10 Juni 2026.