JAKARTA, AYOJAKARTA.COM — Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI baru saja menghasilkan keputusan mutlak soal Ketua Umum PSSI periode 2019-2023.
Seperti sudah diduga banyak pihak sebelumnya, pemungutan suara yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, beberapa saat lalu, dimenangkan Komjen Pol Mochamad Iriawan alias Iwan Bule. Dia adalah mantan Kapolda Jawa Barat (2013) dan Kapolda Metro Jaya (2016). Sampai sekarang masih menjabat Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).
Namun, dalam pemilihan, hanya tiga caketum yang bertahan. Mereka adalah Iwan Bule sendiri, Rahim Soekasah dan Arif Putra Wicaksono. Satu calon lainnya sudah menyatakan mundur sebelum pemilihan dimulai dan enam lainnya diusir keluar oleh Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, dan menyatakan mundur.
Iwan Bule meraih 82 suara dari total 85 voters. Tiga suara tidak sah. Satu voters tidak ikut memberikan suara.
Dengan demikian, Iwan Bule mencetak sejarah sebagai orang pertama dari Polri yang berhasil menduduki jabatan nomor satu di PSSI.
Di luar arena Kongres, diberitakan Antara, puluhan suporter sepak bola Indonesia berdemonstrasi.
"Kami hanya menuntut untuk membersihkan orang orang lama di tubuh PSSI," kata Koordinator Aksi, Ivan Nuraziz, di sekitar Hotel Shangri-La.
Puluhan polisi menyekat massa aksi di depan gedung BNI agar tidak mendekati lokasi kongres. Merasa tidak puas, massa terus meneriakan yel-yel, membentangkan spanduk bertuliskan "Revolusi PSSI".
Ivan menegaskan para suporter menginginkan pemimpin PSSI ke depan dari kalangan profesional, bukan mereka yang berafiliasi dengan aparat penegak hukum dan politisi.
Suporter itu berasal dari sejumlah organisasi, di antaranya Save Indonesia Football, Supporter Indonesia Bermartabat, dan Ultras Garuda.
"Kami ingin kembalikan kejayaan Garuda Indonesia," harap Ivan.

Share this article
Dengan demikian, Iwan Bule mencetak sejarah sebagai orang pertama dari Polri yang berhasil menduduki jabatan nomor satu di PSSI.