JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, terus berkeliling ke instansi-instansi yang terkait dengan tugasnya sejak dilantik Presiden Jokowi minggu lalu.
Hari ini, Terawan mendatangi kantor Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Beberapa hari lalu, Terawan sudah melakukan kunjungan kerja ke kantor BPJS Kesehatan (Jumat, 25/10/2019) dan kantor BKKBN pada Senin (28/10/2019).
Masih terang dalam ingatan publik, Majelis Kode Etik Kedokteran (MKEK) IDI pernah memberhentikan Terawan sebagai anggota IDI pada 2018. Hal ini terkait tindakan medis "cuci otak" dengan Digital subtraction angiography (DSA) yang diterapkan eks Kepala RSPAD Gatot Subroto itu. Namun, Ketua Umum IDI saat itu, Ilham Oetama Marsis, memberikan keterangan pers bahwa PB IDI tidak melaksanakan keputusan MKEK IDI.
Hari ini tidak ada kesan sejarah konflik antara Terawan dan IDI. Ia tiba di kantor PB IDI, Jalan Dr GSSJ Ratulangi, Menteng, Jakarta Pusat, sekitar pukul 09.00 WIB dan disambut jajaran pengurus IDI. Terawan didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Oscar Pribadi, dan langsung melaksanakan rapat tertutup dengan pengurus IDI.
Saat diwawancara usai pertemuan, Menteri Terawan menyebut dirinya sebagai pelayan bagi para dokter yang tergabung dalam PB IDI. Selaku Menkes, ia akan berusaha memberikan apa saja yang dibutuhkan bagi para tenaga medis.
"Sesuai sumpah dokter, kami itu bersaudara. Jadi apa yang kami bicarakan, ya pembicaraan keluarga. Saya dengan beliau selaku Ketua IDI dan saya selaku pelayan beliau. Menteri Kesehatan kan pelayan," kata Menkes.
"Saya melayani semuanya, apa keinginan beliau, apa yang harus saya wadahi demi kemaslahatan umat di dalam bidang kesehatan untuk ketahanan kesehatan nasional," tambahnya.
Menkes mengakui Ketua Umum PB IDI memberikan banyak masukan yang tajam dan menggelitik untuk segera ditindaklanjuti oleh pemerintah. Selain itu, pertemuan koordinasi antara Kemenkes dengan PB IDI akan terus dilakukan guna membahas berbagai hal teknis yang lebih mendetail di bidang kesehatan.
Sementara itu, Ketua Umum PB IDI, Daeng M Faqih, menyatakan, permasalahan bidang kesehatan di Indonesia tidak akan bisa diselesaikan bila para pemangku kepentingan tidak kompak atau berselisih.

Share this article
Menkes mengakui Ketua Umum PB IDI memberikan banyak masukan yang tajam dan menggelitik untuk segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.