JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Presiden Jokowi didampingi Wapres Maruf Amin telah memperkenalkan 34 menteri dan empat kepala lembaga yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju.
Perkenalan jajaran menteri di periode kedua pemerintahannya ini berlangsung di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pagi tadi.
Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Aboe Bakar Alhabsyi mengapresiasi susunan Kabinet Indonesia Maju yang diumumkan tadi. Ia mencermati dari 38 menteri, sebanyak 21 di antaranya berasal dari kalangan profesional.
"Ini berarti setidaknya ada 55 persen para menteri berasal dari kalangan profesional, sedangkan yang sisanya sebanyak 45 persen berasal dari partai politik," kata Aboe dalam keterangannya, Rabu (23/10/2019).
Aboe menekankan, profesional dimaksudnya bukan untuk mendikotomi dengan menteri dari partai politik.
"Karena bisa jadi yang dari partai politik juga profesional di bidangnya," lanjutnya.
Ia juga mengapresiasi diambilnya nama-nama profesional yang sangat jauh dari dunia politik. Seperti penunjukan dr Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan, Wishutama sebagai Menteri Pariwisata dan Industri Kreatif, serta Erick Thohir sebagai Menteri BUMN.
Menurut Aboe, bisa jadi banyak ide besar dan kreatif yang mereka bawa untuk mengembangkan kementerian.
"Saya kira ini adalah langkah berani dari presiden yang bisa membawa harapan baru bagi masyarakat," ujar Aboe yang terpilih menjabat Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.
Aboe menyebutkan beberapa nama menteri yang diperkenalkan presiden adalah para petahana yang selama ini memang telah diakui kemampuannya mengelola kementerian, misalkan saja Sri Mulyani di Kementerian Keuangan atau Retno Marsudi di Kementerian Luar negeri.
"Nama-nama tersebut pasti tidak akan diragukan oleh publik, karena selama ini dinilai memiliki kinerja yang baik," terangnya.
Meski, ada juga nama yang mungkin juga terlihat asing pada pos kementerian yang ditugaskan. Misalkan saja, Nadiem Makarim dari CEO Gojek diberikan tugas sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Hal ini justru membuat publik bertanya latar belakang penunjukan pebisnis sebagai mendikbud.
"Tentu saya tidak meragukan kemampuan Mas Nadiem Makarim dalam mengelola bisnis, namun tak salah juga jika saya mengkhawatirkan nasib dunia pendidikan kita ke depan," ujar Aboe.
Ïni akan dilihat seperti ada gambling pada dunia pendidikan kita. Padahal ini adalah sektor yang sangat menentukan masa depan bangsa," pungkasnya.

Share this article
Nadiem Makarim dari CEO Gojek diberikan tugas sebagai menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Hal ini justru membuat publik bertanya latar belakang penunjukan pebisnis sebagai mendikbud.